Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Temui Raja, Mahathir Dijadwalkan Umumkan Stimulus Corona

Mahathir telah dipanggil untuk bertemu Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail (kanan) melambaikan tangan di sela-sela perayaan 1 tahun pemerintahan koalisi Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia, Kamis (9/5/2019)./Bloomberg-Samsul Said
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail (kanan) melambaikan tangan di sela-sela perayaan 1 tahun pemerintahan koalisi Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia, Kamis (9/5/2019)./Bloomberg-Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Sementara Malaysia Tun Mahathir Mohamad dijadwalkan akan berada di Istana Negara pada pukul 11.00 waktu setempat, Kamis (27/2/2020).

Kantor Perdana Menteri mengkonfirmasi bahwa Mahathir telah dipanggil untuk bertemu Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Dilansir surat kabar lokal The Star, mobil yang membawaMahathir terlihat melewati gerbang istana pada 10.55 pagi. Dilaporkan juga bahwa Ketua Pengadilan Tengku Maimun Tuan Mat dipanggil ke istana.

Setelah itu Mahathir dijadwalkan meluncurkan paket stimulus di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 sore ini.

Kemarin, dalam pidato publik pertamanya sejak kekacauan politik yang dimulai pada Minggu (23/2/2020I Mahathir menyatakan diminta untuk membentuk dan memimpin pemerintahan nonpartisan yang mencakup seluruh spektrum politik. Mahathir mengundurkan diri secara tak terduga Senin (24/2/2020) kemudian diangkat sebagai perdana menteri sementara.

Sementara itu, seperti diberitakan Channel News Asia, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa dirinya ingin memimpin pemerintahan nonpartisan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, pria berusia 94 tahun itu menyerukan agar politik dan partai politik dipisahkan untuk sementara waktu.

"Jika diizinkan, saya akan mencoba untuk mendirikan pemerintahan yang tidak berpihak pada pihak mana pun. Hanya kepentingan negara yang akan diprioritaskan," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (27/2/2020).

Pada Senin (24/2/2020), Mahathir mengajukan pengunduran diri dan Raja Malaysia menerima pengunduran diri Mahathir pada hari yang sama. Akan tetapi, raja menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri sementara dan semua menteri dibebaskan dari tugasnya.

"Ada banyak alasan untuk pengunduran diri saya, tetapi cukup bagi saya untuk mengatakan bahwa saya merasa saya mendapat dukungan dari semua pihak. Saya tidak tahu partai mana yang harus dipilih," kata Mahathir.

Dia juga mengatakan ada tuduhan bahwa dirinya tidak ingin mengundurkan diri dan sangat haus kekuasaan sehingga dia mengundurkan diri karena tidak menganggap kekuasaan sebagai segalanya.

Dia mengaku telah berjanji untuk mengundurkan diri agar parlemen memutuskan siapa yang akan menggantikannya sebagai perdana menteri.

“Jika benar bahwa saya masih mendapatkan dukungan maka saya akan kembali. Jika tidak, saya akan menerima siapa pun yang telah dipilih,” ujarnya.

Sementara itu, situs malaymail.com, melaporkan bahwa anggota parlemen dari Partai aksi Demokratis (DAP) mengatakan koalisi Pakatan Harapan (PH) telah memutuskan menolak sikap "pemerintahan Mahathir" yang nonpartisan.

Mereka beralasan hal itu secara efektif akan membuat Mahathir bebas melakukan apa yang dia inginkan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper