Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahathir Inginkan Pemerintahan Nonpartisan

Mahathir Mohamad ingin memerintah Malaysia secara nonpartisan untuk sementara waktu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  08:57 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad/Dok. Malaysian Department of Information - Zarith Zulkifli
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad/Dok. Malaysian Department of Information - Zarith Zulkifli

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Sementara Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan pada bahwa dirinya ingin memimpin pemerintahan nonpartisan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, pria berusia 94 tahun itu menyerukan agar politik dan partai politik dipisahkan untuk sementara waktu.

"Jika diizinkan, saya akan mencoba untuk mendirikan pemerintahan yang tidak berpihak pada pihak mana pun. Hanya kepentingan negara yang akan diprioritaskan," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (27/2/2020).

Pada Senin (24/2/2020), Mahathir mengajukan pengunduran dirinya dan Raja Malaysia menerima pengunduran dirinya pada hari yang sama. Akan tetapi, raja menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri sementara dan semua menteri dibebaskan dari tugasnya.

"Ada banyak alasan untuk pengunduran diri saya, tetapi cukup bagi saya untuk mengatakan bahwa saya merasa saya mendapat dukungan dari semua pihak. Saya tidak tahu partai mana yang harus dipilih," kata Mahathir.

Dia juga mengatakan ada tuduhan bahwa dirinya tidak ingin mengundurkan diri dan sangat haus kekuasaan sehingga dia mengundurkan diri karena tidak menganggap kekuasaan sebagai segalanya.

Dia mengaku telah berjanji untuk mengundurkan diri agar parlemen memutuskan siapa yang akan menggantikannya sebagai perdana menteri.

“Jika benar bahwa saya masih mendapatkan dukungan maka saya akan kembali. Jika tidak, saya akan menerima siapa pun yang telah dipilih,” ujarnya.

Sementara itu, situs malaymail.com, melaporkan bahwa anggota parlemen dari Partai aksi Demokratis (DAP) mengatakan koalisi Pakatan Harapan (PH) telah memutuskan menolak sikap "pemerintahan Mahathir" yang nonpartisan.

Mereka beralasan hal itu secara efektif akan membuat Mahathir bebas melakukan apa yang dia inginkan.

DAP menjelaskan mengapa PH memutuskan untuk mendukung presiden PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim, untuk menjadi perdana menteri negara berikutnya meskipun sebelumnya mengatakan pihaknya mendukung Mahathir.

Menurut pernyataan tersebut, DAP akan senantiasa memelihara kepercayaan rakyat karena PH telah memberi mandat kepada Anwar sebagai pengganti Mahathir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Mahathir Mohamad
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top