Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa AS Anjlok, Demokrat Ramai-Ramai Serang Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipandang gagal merespons wabah virus corona (Covid-19) dan telah mendorong anjloknya bursa saham AS pekan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  14:28 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipandang gagal merespons wabah virus corona (Covid-19) dan telah mendorong anjloknya bursa saham AS pekan ini.   

Dalam suatu sesi debat di South Carolina pada Selasa (25/2/2020) waktu setempat, sejumlah kandidat presiden dari Partai Demokrat yang bakal berlaga di bursa capres AS 2020 mengkritik respons Trump atas wabah virus mematikan itu.

Kegagalan untuk mengambil tindakan dikatakan telah mendorong kekhawatiran publik dan kemerosotan pasar saham pekan ini.

"Pasar saham bertumbangan karena pelaku pasar benar-benar khawatir dan memang itulah yang mereka rasakan. Kita tidak memiliki siapa pun untuk meresponsnya,” ujar mantan Walikota New York Michael Bloomberg, menanggapi pertanyaan soal virus corona.

Baik Bloomberg, Senator Amy Klobuchar, maupun mantan Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Trump telah berupaya memangkas dana untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Merujuk pengalamannya dalam menangani wabah Ebola selama pemerintahan Presiden Barack Obama, Biden mengatakan akan meningkatkan pendanaan untuk badan kesehatan federal, alih-alih mengurangi seperti yang diupayakan Trump.

“Saya turut memastikan bahwa pandemi tersebut tidak sampai ke Amerika Serikat, dan menyelamatkan jutaan nyawa," ungkap Biden tentang Ebola, dilansir dari Bloomberg.

Tak terima, sekembalinya dari lawatan ke India, Trump melancarkan balasan terhadap kubu Demokrat melalui akun Twitter miliknya pada Rabu (26/2/2020).

“CDC dan pemerintahan saya melakukan pekerjaan BESAR dalam menangani virus corona. Namun, sebaik apa pun kami melakukannya, pokok pembicaraan Demokrat adalah bahwa kami melakukan hal yang buruk,” tulis Trump.

“Jika virus itu menghilang esok, mereka akan mengatakan kami melakukan pekerjaan yang benar-benar buruk, bahkan tidak kompeten. Tidak adil, tetapi memang begitu. Namun sejauh ini, kita belum mencatatkan satu pun korban jiwa [akibat virus corona]. Mari kita pertahankan seperti itu!” tambah Trump.

Sebelumnya, Senator Elizabeth Warren, kandidat lain dari Demokrat, mengatakan anjloknya bursa saham AS hanyalah "puncak gunung es" dari ancaman ekonomi yang berkembang akibat virus corona dan respons "ceroboh" yang dilancarkan pemerintahan Trump.

"Tanpa tindakan cepat, gangguan rantai pasokan serta berkurangnya pembelian akan berdampak parah dan jangka panjang pada seluruh perekonomian kita," tulis Warren di Twitter.

“Pemerintah [AS] harus membantu produsen-produsen Amerika menemukan sumber alternatif untuk suku cadang dan produksi serta membantu para eksportir Amerika menemukan pembeli baru,” paparnya.

Pada perdagangan Selasa (25/2/2020), tiga indeks saham utama di bursa Wall Street AS turun tajam setelah CDC AS memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi wabah virus corona. 

Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing berakhir anjlok 3,15 persen, 3,03 persen, dan 2,77 persen. Penurunan tersebut menambah kemerosotan bursa AS setelah terjerembab lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin (24/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top