Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Evakuasi WNI di Diamond Princess Butuh Koordinasi Mendalam

Teknis penjemputan WNI di kapal Diamond Princess harus lebih hati-hati karena kapal itu telah menjadi episentrum baru penyebaran virus Corona.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  17:53 WIB
Kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama pada Senin (3/2/2020). - Bloomberg
Kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama pada Senin (3/2/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah tengah mengkoordinasikan lebih lanjut teknis penjemputan puluhan WNI di kapal pesiar Diamond Princess. Kapal tersebut dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang karena wabah virus Corona atau Covid-19.

"Pada prinsipnya kami akan jemput tapi masih perlu beberapa hal koordinasi diplomatik dengan pemerintah Jepang," ujar Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, Selasa (25/2/2020).

Hingga saat ini, pemerintah belum mendapat kepastian waktu penjemputan WNI di kapal tersebut.

Menurut Yurianto, mekanisme penjemputan WNI dari kapal Diamond Princess tidak mudah dan perlu kewaspadaan khusus. Hal itu terkait kondisi kapal Diamong Princess yang telah menjadi epicentrum baru penyebaran virus Corona.

"Laporan perkembangan dari hari ke hari, masih lihat kecenderungan temui kasus positif dan ini menjadi kewaspadaan khusus. Beberapa warga AS yang semula diperiksa negatif dan dijemput, jadi positif. Artinya harus berhati-hati setelah karantina 14 hari pertama. Ini yang membuat kami berpikir harusnya observasi 2 kali masa inkubasi (28 hari)," kata Yurianto.

Di sisi lain, beberapa negara, seperti Filipina, India, juga akan melakukan penjemputan. Sehingga dibutuhkan pengaturan terkait penggunaan sarana angkutan darat dari kapal menuju bandara.

"Mereka enggak mungkin menunggu boarding di bandara seperti penumpang biasa. Ini butuh manajemen yang tidak seperti biasa. Butuh penjadwalan-penjadwalan ketat. Hingga saat ini, belum dapat kepastian kapan akan berangkat untuk jemput," kata Yurianto.

Yurianto menyebutkan pemerintah telah menyiapkan skenario penjemputan dengan pesawat. Rencananya pemerintah akan menggunakan pesawat milik Garuda Indonesia untuk melakukan penjemputan.

"Secara formal mereka (Garuda) punya regristasi untuk bisa lakukan pendaratan di sana Sehingga enggak perlu izin khusus dengan penerbangan lain," katanya.

Terdapat 78 WNI yang menjadi kru kapal Diamond Princess. Hingga kini, sembilan dari 78 WNI tersebut telah dinyatakan positif terpapar virus Corona atau  Covid-19. WNI yang terkonfirmasi positif telah dirawat di rumah sakit di Jepang, sementara sisanya masih berada di atas kapal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni Virus Corona
Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top