Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Dorong Industri Swasta Terlibat Produksi Peluru

Industri swasta dalam negeri berpeluang terlibat dalam produksi peluru di dalam negeri dengan kebutuhan 1 miliar butir per tahun.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  17:27 WIB
Menhan Prabowo Subianto didampingi Menteri Kesehatan saat mengunjungi Natuna guna mengecek penanganan masa observasi terhadap 238 WNI yang baru dijemput dari Wuhan. - Antara
Menhan Prabowo Subianto didampingi Menteri Kesehatan saat mengunjungi Natuna guna mengecek penanganan masa observasi terhadap 238 WNI yang baru dijemput dari Wuhan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendorong industri swasta dalam negeri terlibat dalam memproduksi peluru. Saat ini kebutuhan peluru di dalam negeri mencapai 1 miliar butir per tahun.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan jumlah produksi peluru dari PT Pindad hanya sekitar 450 juta per tahun.

"Masih kurang 550 juta peluru lagi. Seperti pesan Presiden supaya merevitalisasi industri dalam negeri, Pak Menhan mendorong industri dalam negeri swasta untuk masuk pada industri peluru," kata Dahnil di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dahnil menuturkan ajakan itu mulai menjadi perhatian dari industri. Dahnil mengklaim beberapa industri dalam negeri mulai menyampaikan ketertarikan untuk memenuhi kebutuhan 1 miliar butir peluru per tahun.

Menhan juga menargetkan pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan pada 2020. Sejumlah alat tersebut seperti radar, kapal perang, pesawat tempur, dan rudal.

"Semuanya terus diinventarisasi, kan beliau akan fokus terutama pada radar salah satunya, radar, pesawat dan kapal. Termasuk fokusnya adalah industri peluru," terang Dahnil.

Dahnil menyebutkan bahwa Prabowo juga ingin fokus pada pengadaan pesawat tempur. Kendati demikian pemerintah belum menentukan membeli persenjataan itu dari negara mana saja.

"Memang beliau ingin fokus pada pesawat tempur, kemudian soal kapal perang, juga radar. Karena yang paling urgen di kita hari ini dan menurut Pak Prabowo penting adalah radar dengan misil," imbuh Dahnil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alutsista prabowo subianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top