Pasien Corona Bertambah, Perusahaan Singapura Minta Karyawan Kerja dari Rumah

Sejumlah perusahaan multinasional di Singapura mulai mengkondisikan karyawannya agar bekerja dari rumah akibat angka pasien terinfeksi virus corona kian meningkat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  15:40 WIB
Pasien Corona Bertambah, Perusahaan Singapura Minta Karyawan Kerja dari Rumah
Petugas gedung memeriksa masker karyawan di sentral distrik di Singapura pada Senin (10/1/2020) - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah coronavirus di Singapura menyebabkan perusahaan-perusahaan mengimbau para staf bekerja dari rumah setidaknya selama beberapa hari ke depan, sementara pos pemeriksaan suhu badan dipasang di pintu sejumlah gedung.

Seorang pekerja di Marina Bay Financial Center Tower 1 telah dikonfirmasi terinfeksi virus mematikan itu. Selain itu, seorang karyawan United Industrial Corp di Clifford Center di dekatnya juga dikabarkan terpapar virus. Kedua bangunan itu telah didesinfeksi dan semua penyewa telah diberi tahu terkait dengan hal tersebut.

Standard Chartered Plc adalah penyewa utama di Tower 1 menempati sebagian besar gedung 33 lantai yang memiliki luas 620.000 kaki persegi. Bank asal UK menolak berkomentar apakah kasus virus corona itu berasal dari para karyawannya.

"Kami memiliki rencana kesinambungan bisnis yang mapan dan menerapkan serangkaian tindakan pencegahan yang komprehensif seperti penyaringan suhu, pernyataan wajib karyawan dan pengunjung, dan meningkatkan frekuensi sanitasi di cabang dan kantor kami," ungkap otoritas bank tersebut.

DBS Group Holdings Ltd, bank terbesar di Asia Tenggara dengan kantor pusat di dekat MBFC Tower 3, telah mengaktifkan rencana kesinambungan bisnis dengan menyuruh karyawan yang bekerja dari rumah dan dari lokasi lain, selain juga melakukan langkah-langkah seperti memasang penyaringan suhu pada semua bangunan kantornya.

Rio Tinto Group, penambang bijih besi terkemuka Australia yang juga berlokasi di Tower 3, mengatakan telah menginstruksikan karyawan untuk bekerja dari rumah dari Senin hingga Rabu sebagai tindakan pencegahan.

Singapura pekan lalu menaikkan tingkat status corona ke level oranye, tingkat yang sama dengan yang digunakan selama epidemi SARS pada 2003. Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan ini adalah ujian besar bagi Singapura.

Total ada 43 kasus yang dikonfirmasi di Singapura, jumlah terbesar infeksi virus corona di luar China, tidak termasuk kapal pesiar yang dikarantina di Jepang. Dari total tersebut, sebanyak 22 kasus ditularkan secara lokal, sedangkan enam orang telah sepenuhnya pulih dari infeksi dan keluar dari rumah sakit, dan enam orang dalam kondisi kritis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
singapura, virus corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top