Ada Jaket Golkar di Samping Almarhum J. B. Sumarlin

Mantan Menteri Keuangan di era Orde Baru Prof JB. Sumarlin meninggal dunia. Salah satu pesan yang diingat putra-putrinya, Sumarlin ingin agar jaket Golkar diletakkan di peti matinya.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  00:13 WIB
Ada Jaket Golkar di Samping Almarhum J. B. Sumarlin
Politikus senior Golkar Theo Sambuga saya melayat almarhum Prof. J.B. Sumarlin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan di era Orde Baru Prof J. B. Sumarlin meninggal dunia. Salah satu pesan yang diingat putra-putrinya, Sumarlin ingin agar jaket Golkar diletakkan di peti matinya.

Pesan itu pun dipenuhi putra-putri, jaket kuning khas Golkar berada di samping jenazah almarhum. Hal itu misalnya terlihat pada foto saat salah satu politikus senior Golkar Theo Sambuaga, melayat almarhum.

Saat foto tersebut dizoom, akan tampak logo pohon beringin berwarna hijau yang menunjukkan bahwa jaket tersebut memang jaket Golkar, bukan jaket lain yang memiliki warna hampir sama. 

Menurut penuturan Antonius W Sumarlin, putra almarhum JB Sumarlin, dalam keterangan yang diperoleh Bisnis.com, keberadaan  jaket Golkar di dalam peti mati tak lain karena permintaan khusus almarhum sebelum meninggal.

Kehadiran jaket Golkar itu menyiratkan hubungan yang dekat antara Sumarlin dan Golkar.  

Seperti juga para menteri di era Orba lainnya, Sumarlin memiliki kedekatan khusus dengan Golkar. Itu sebabnya, Sumarlin menjadi salah satu tokoh di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sejauh penelusuran di Internet, Sumarlin hadir dalam silaturahmi Partai Golkar yang berlangsung di salah satu hotel di Jakarta, pada 2018 silam.

Tak hanya Sumarlin, sesepuh Golkar lainnya pun hadir dalam acara tersebut, di antaranya hadir Mentan Ketua Umum Partai Golkar Harmoko.

Selama hampir 30 tahun, Johannes Baptista Sumarlin atau lebih dikenal dengan J.B. Sumarlin menjadi orang kepercayaan Presiden Soeharto, Bahkan hingga saat-saat Soeharto turun dari kursi  Kepresidenan.

Pada 1970, Sumarlin menjadi Sekretaris Dewan Moneter. Selanjutnya, pada periode 28 Maret 1973 hingga  19 Maret 1983, Sumarlin menjabat sebagai Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara.

Pria kelahiran Nglegok, Blitar, yang berulang tahun ke-87 pada 7 Desember 2019 itu kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sepanjang 19 Maret 1983 hingga 21 Maret 1988 dan selanjutnya menjadi Menteri Keuangan pada 21 Maret 1988 hingga 17 Maret 1993.

Kamis (6/2/2020), J.B. Sumarlin berpulang di RS Carolus, Jakarta pukul 14.15 WIB. 

Kepergian Sumarlin meninggalkan duka cita, termasuk bagi keluarga besar Universitas Indonesia.

"Universitas Indonesia ikut berduka atas meninggalnya Prof JB Sumarlin , menteri kabinet era presiden Soeharto , beliau dikenal sebagai salah satu pakar ekonomi Indonesia yang dikenal dengan gebrakan-gebrakannya," ujar Saleh Husin, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia.

"Saya terahir ketemu Prof Sumarlin pada saat pelantikan rektor UI dan ketika itu saya masih sempat ngobrol dan berbicara dengan beliau yang juga merupakan guru besar di fakultas ekonomi dan bisnis UI," tambah Saleh Husein dalam keterangan resminya,

"Dengan nada yang datar beliau masih berpesan agar ke depan UI harus dikelola dengan baik dan modern sehingga
bisa menjadi universitas kelas dunia," kenang Saleh Husein.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jb sumarlin

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top