Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter Li Wenliang Meninggal saat Berjuang Melawan Virus Corona

Namanya mulai mengemuka setelah membuat unggahan melalui media sosial pada Desember 2019 dengan memperingatkan tentang adanya penyakit serupa SARS (Sindrom Pernapasan Akut Parah).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  06:39 WIB
 Dokter Li Wenliang - Istimewa
Dokter Li Wenliang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang dokter asal China, salah satu yang pertama kali memperingatkan tentang munculnya penyakit pernapasan baru di Wuhan, dikabarkan telah meninggal dunia.

Selama berjam-jam sebelumnya, kondisi dokter bernama Li Wenliang itu tidak dapat dipastikan setelah laporan tentang kematiannya di media sosial China sempat dihapus dan diganti dengan status sedang dirawat.

Namun, pada Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 3 pagi waktu Beijing, Rumah Sakit Pusat Wuhan mengonfirmasi bahwa Li meninggal dunia “setelah semua upaya untuk menyelamatkannya gagal”.

“Li Wenliang, seorang dokter spesialis mata di rumah sakit kami, sayangnya telah terinfeksi ketika ia berupaya melawan wabah virus corona,” papar pihak rumah sakit di platform media sosial China, Weibo, seperti dilansir Bloomberg.

Li meninggal di usia 34 tahun, menurut laporan media setempat. Namanya mulai mengemuka setelah membuat unggahan melalui media sosial pada Desember 2019 dengan memperingatkan tentang adanya penyakit serupa SARS (Sindrom Pernapasan Akut Parah).

Selama beberapa pekan berikutnya, virus itu mewabah dan telah menjangkiti lebih dari 25.000 orang, menghentikan perjalanan ke seluruh bagian China, dan menyebabkan karantina massal di Wuhan, sebuah kota berpenduduk lebih dari 10 juta orang.

Beberapa hari setelah peringatan yang diberikannya di media sosial, ia ditegur oleh pihak kepolisian karena menyebarkan rumor, menurut akun media sosialnya. Kemudian ia mengumumkan melalui media sosial bahwa dia telah terinfeksi virus corona.

Saat-saat terakhir hidupnya terbilang membingungkan. Pengumuman kematiannya di media sosial oleh publikasi yang berafiliasi dengan media pemerintah China dihapus dan digantikan oleh laporan bahwa dia masih hidup.

Sekitar tengah malam, unggahan yang mengatakan Li telah meninggal dunia dihapus. Pesan duka untuk sang dokter oleh Hu Xijing, pemimpin redaksi Global Times, juga dihapus.

Unggahan itu digantikan oleh pesan-pesan baru sekitar jam 1 pagi waktu Beijing yang mengindikasikan bahwa Li masih hidup dan upaya untuk menyelamatkannya sedang dilakukan.

"Kami berharap keajaiban hidup bisa terjadi,” tulis Hu dalam unggahan lain.

Rumah sakit Wuhan kemudian mengonfirmasi bahwa Li telah meninggal dunia pada pukul 2.58 pagi waktu Beijing, atau 1.58 siang waktu New York.

Kematian Li dengan cepat menjadi trending topic di platform Weibo sekitar tengah malam waktu setempat. Tagar #DoctorLiPassedAway dan #LiWenliangPassedAway menarik ratusan juta view.

Peringatannya, berikut teguran pihak polisi terhadapnya, digunakan untuk mengajukan pertanyaan tentang apakah pihak otoritas China bisa bertindak lebih awal untuk menghentikan penyebaran infeksi ini.

“Kita harus bersatu melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa pasien lain, dan untuk menjaga lebih banyak orang agar tidak terinfeksi oleh virus yang telah diperingatkan oleh Dr. Li,” tulis Global Times.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top