Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penculikan WNI: Pemerintah Diminta Cari Solusi

Pemerintah harus segera mencari solusi untuk membebaskan nelayan yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  18:54 WIB
Ilustrasi penculikan - Istimewa
Ilustrasi penculikan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah harus segera mencari solusi untuk membebaskan nelayan yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.

M. Iqbal, Anggota Komisi I DPR, mengatakan bahwa Pemerintah harus mencari solusi terkait penahanan nelayan yang kerap dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Yang terbaru, kelompok tersebut menahan lima orang nelayan Indonesia.

“Kami mendorong Pemerintah Indonesia agar terus berkoordinasi dengan negara tetangga dalam upaya membebaskan lima orang WNI [warga negara Indonesia],” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Iqbal menuturkan Pemerintah juga harus segera menyelesaikan persoalan terkait permintaan uang tebusan untuk membebaskan WNI yang ditahan. Pasalnya, sebelumnya Pemerintah juga sempat membayar tebusan untuk membebaskan WNI yang pernah disandera oleh kelompok tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia harus memperkuat bekerja sama dengan Malaysia dan Filipina untuk membasmi kelompok Abu Sayyaf, sehingga tidak lagi terjadi penculikan.

“Kami mengimbau seluruh nelayan dari Indonesia agar tidak melaut di perairan sekitar Sabah dan wilayah lainnya yang belum terjamin keamanannya. Ini untuk mencegah kembali terjadi kasus penculikan WNI oleh kelompok mana pun,” kata anggota Fraksi PPP itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta pemerintah Malaysia untuk meningkatkan keamanan di perairan Sabah, menyusul terjadinya kembali penculikan 5 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf pada 16 Januari 2020.

Retno mengatakan bahwa sejak 2016 terdapat total 44 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf dari 13 kasus penculikan. Kasus penculikan tersebut sebagian besar terjadi di perairan Sabah, Malaysia.

“Kami mohonkan perhatian kepada Pemerintah Malaysia untuk meningkatkan keamanan di perairan yang jadi wilayah mereka, karena kita sudah ada kerja sama trilateral antara Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Kami memiliki komitmen untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Abu Sayyaf
Editor : Lili Sunardi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top