Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rayakan Brexit, Union Jack Penuhi Lapangan di Westminster Abbey

Sejak Jumat siang (31/1) masyarakat Inggris pendukung Brexit dengan bendera Union Jack memenuhi lapangan di depan gedung Parlemen Westminster Abbey. Lapangan ini tidak jauh dari KBRI London, demikian koresponden ANTARA London, melaporkan dari Parlement Square, Jumat (1/2/20220) malam.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Februari 2020  |  12:17 WIB
Rayakan Brexit, Union Jack Penuhi Lapangan di Westminster Abbey
Ilustrasi brexit - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, LONDON - Pendukung Brexit merayakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejak Jumat siang (31/1) masyarakat Inggris pendukung Brexit dengan bendera Union Jack memenuhi lapangan di depan gedung Parlemen Westminster Abbey. Lapangan ini tidak jauh dari KBRI London, demikian koresponden ANTARA London, melaporkan dari Parlement Square, Jumat (1/2/20220) malam.

Selain itu, terdapat serombongan warga yang ingin Inggris tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Akhirnya mereka membubarkan diri karena tidak tahan mendapat cacian dari para pendukung Brexit. Mereka meinggalkan lokasi  dengan kawalan polisi.

Aksi damai berlangsung hingga larut malam saat  detik-detik mendekati pukul 23.00 malam waktu setempat. Pendukung Brexit pun merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendera Union Jack yang dijual seharga dua poundsterling.

“Kami sekarang akan menentukan nasib kami sendiri tanpa perlu ada yang mengatakan apa yang harus kami lakukan,” ujar seorang ibu yang tengah berdiri di depan patung perdana menteri Inggris periode 1940-1945 Winston  Churchill.

Patung tersebut terletak di depan taman parlemen, depan jam raksasa Big Ben yang masih dalam renovasi.

Pengamat politik Inggris Jason Marc menegaskan, dengan kemenangan Brexit ini. pemerintah Inggris mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan nasib rakyat Inggris yang telah memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa setelah menjadi anggota blok ekonomi itu selama 47 tahun.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris, merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO), yang berkedudukan di London Rizal Sukma mengatakan hubungan Indonesia dan Inggris secara menyeluruh berjalan baik.

Dalam wawancara awal tahun, dengan koresponden ANTARA London,  Rizal mengatakan kerja sama di berbagai bidang berjalan secara normal, khususnya pascareferendum Brexit.

Justru Inggris ingin memberi perhatian yang lebih besar terhadap Indonesia pasca-Brexit, ujar  Rizal.

Hal ini, ujar mantan Direktur Eksekutif CSIS  itu, dikarenakan Inggris ingin mengembangkan hubungan kerja sama ekonomi yang lebih erat dengan negara-negara di luar Eropa setelah mereka keluar dari EU.

Menurut anggota Dewan Penasihat Institute for Peace and Democracy (IPD) itu, Indonesia merupakan negara yang ekonominya sedang tumbuh pesat,  yang tentunya penting bagi Inggris.

“Mereka menyadari potensi ekonomi Indonesia yang besar sekali dalam 10-15 tahun mendatang,” ujar Rizal  yang meraih gelar PhD dalam Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science (LSE) pada tahun 1997.

Dikatakan Rizal UK juga ingin mengembangkan hubungan dengan Asean. Indonesia adalah negara penting di Asean.

Rizal mengatakan saat ini Indonesia dan Inggris  sedang menyusun rancangan  kerja sama ekonomi pasca-Brexit. Besarnya perhatian Inggris terhadap kawasan Asia Tenggara juga terlihat dari keputusan untuk mengangkat Perwakilan Tetap Inggris untuk Asean, ujarnya.

Pasca-"Brexit, kita harus jeli menangkap peluang-peluang kerja sama baru tersebut. Ini yang sedang kami lakukan di KBRI London," ujar Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top