Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Corona Mengganas: Mental Drop, Begini Kondisi WNI di Wuhan

WNI di Provinsi Hubei China mengalami drop mental dan menanti dievakuasi pemerintah Indonesia di tengah mewabahnya virus corona.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  08:37 WIB
Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS / Martin Pollard
Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS / Martin Pollard

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua Ranting Ranting Huazhong University of Science and Technology di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, Khoirul Umam Hasbiy, menuturkan bahwa para mahasiswa Indonesia pesimistis dievakuasi Pemerintah Indonesia.

Khoirul menyampaikan hal itu kepada Bisnis.com, Rabu (29/1/2020) pagi saat ditanya kondisi WNI di Wuhan di tengah wabah virus corona. Choirul sendiri mahasiswa yang sempat keluar dari Wuhan sebelum terjadi lock down di kota tersebut.

Berdasarkan laporan yang dia terima, mental mahasiswa Indonesia di Wuhan sudah drop. Ada beberapa WNI yang mengalami gejala batuk lebih dari dua pekan, tapi takut memeriksakan diri ke dokter, karena khawatir dikarantina, dan diterlantarkan karena semakin membeludaknya pasien diduga terinfeksi virus corona di klinik dan rumah sakit.

“Jadi mereka mengambil keputusan untuk diam, dan berharap bisa pulang dan diperiksa di sana.. risky choice,” ujar Khoirul.

Dikatakan,  mahasiswa Indonesia mendapat bantuan uang dari KBRI pada Selasa (28/1/2020), sebesar 280 RMB atau Rp560.000 per orang untuk sepekan.

“Ada juga bantuan yang ditawarkan pada kami, tetapi sifatnya kedaerahan, artinya untuk daerah dan pada warga daerah tertentu,” tukas Khoirul.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Rabu  (29/1/2020), bahwa jumlah kematian akibat wabah  virus corona di negara itu telah meningkat menjadi 132 pada akhir Selasa (28/1/2020), dengan 1.459 kasus baru lainnya dikonfirmasi.

Jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi di China mencapai 5.974 pada akhir Selasa (28/1/2020), kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa China mampu mengatasi virus corona "mengerikan" yang telah menewaskan lebih dari 100 orang, tetapi kekhawatiran dunia internasional meningkat ketika wabah itu menyebar ke seluruh dunia.

Dari Prancis hingga Jepang, pemerintah mengorganisir evakuasi warganya, sementara Hong Kong berupaya menghentikan sementara hubungan kereta api dan feri dengan China daratan.

CATATAN:
Terdapat revisi pada pernyataan Choirul Umam Hasbiy pada paragraf kedua dengan menyesuaikan posisi yang bersangkutan tidak di Wuhan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china wni virus corona
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top