Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesal WNI Disandera lagi, Mahfud MD: Kendala Utamanya Abu Sayyaf Enggak Mati-Mati

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyayangkan lima warga negara Indonesia kembali disandera kelompok Abu Sayyaf. Masih hidupnya pimpinan kelompok itu disebut sebagai kendala utama.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  17:48 WIB
Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters
Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyayangkan lima warga negara Indonesia kembali disandera kelompok Abu Sayyaf. Masih hidupnya pimpinan kelompok itu disebut sebagai kendala utama.

“Kendala utamanya karena Abu Sayyaf ndak mati-mati,” katanya di Kemenko Polhukam, Senin (20/1/2020).

Lima orang nelayan Malaysia yang merupakan WNI kembali ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf pada Kamis, pekan lalu. Penculikan ini hanya berlangsung beberapa hari setelah satu orang WNI berhasil dibebaskan pada 15 Januari dari kelompok yang sama.

Mahfud MD menyebut akan berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk mengetahui langkah yang akan ditempuh. Di sisi lain Kemlu telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Filipina dan masih menunggu informasi resmi terkait insiden tersebut.

“Memang kita berhasil membebaskan tiga [beberapa waktu lalu], tiba-tiba lima [WNI] diambil lagi. Kan ini masalah keamanan di laut. Dan lautnya kan bukan laut Indonesia,” terangnya.

Lima orang nelayan Malaysia yang merupakan WNI cicokok oleh kelompok teror di perairan Sabah, Malaysia pada Kamis pekan lalu. Kelimanya kemudian dibawa ke Sulu, wilayah Filiphina bagian selatan. kawasan itu merupakan basis militan Abu Sayyaf.

Sementara itu, pemerintah juga sedang mencari solusi untuk meminimalisir kembali penculikan terhadap nelayan oleh kelompok militan itu. Salah satunya dengan merekomendasikan nelayan Malaysia tidak melaut di peraitan itu.

“Itu salah satu pemikiran. Banyaklah pemikiran itu kan aneh juga baru bebas tiga diambil lima lagi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Abu Sayyaf
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top