Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hukuman Reynhard Sinaga Terlalu Ringan, Jaksa Agung Inggris Ajukan Banding

Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox mengajukan banding terhadap hukuman penjara minimal 30 tahun yang dijatuhkan kepada Reynhard Sinaga. Dia menilai hukuman tersebut terlalu ringan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  16:07 WIB
Foto Reynhard Sinaga terpampang dalam laporan investigasi Polisi Manchester - mipp.police.uk
Foto Reynhard Sinaga terpampang dalam laporan investigasi Polisi Manchester - mipp.police.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox mengajukan banding terhadap hukuman penjara minimal 30 tahun yang dijatuhkan kepada Reynhard Sinaga. Dia menilai hukuman tersebut terlalu ringan.

Cox meminta Pengadilan Banding mempertimbangkan hukuman seumur hidup pada mahasiswa asal Indonesia yang dilabeli pemerkosa berantai terbesar di Inggris itu, sehingga ia tidak pernah memenuhi syarat untuk dibebaskan dari penjara.

"Setelah mempertimbangkan dengan saksama rincian kasus ini, saya telah memutuskan untuk merujuk hukuman itu ke Pengadilan Banding," kata Cox dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/1/2020).

"Sinaga melakukan sejumlah serangan yang mengerikan, selama periode waktu yang lama menyebabkan rasa sakit yang substansial dan penderitaan psikologis bagi para korbannya," kata Cox. "Sekarang pengadilan memutuskan apakah akan menambah hukuman," tambahnya.

Reynhard telah dinyatakan terbukti bersalah atas 159 dakwaan dengan rincian tindak pemerkosaan sebanyak 136 kali, usaha pemerkosaan sebanyak 8 kali, kekerasan seksual sebanyak 13 kali, dan kekerasan seksual dengan penetrasi sebanyak 2 kali.

Dalam persidangan terakhir pada 6 Januari 2020, hakim memutuskan hukuman masa tahanan 30 tahun kepada Reynhard.

Jaksa Agung memiliki kekuatan untuk mengajukan banding atas hukuman tertentu yang dijatuhkan oleh hakim Crown Court di Inggris dan Wales jika dinilai "terlalu lunak".

Hukuman seumur hidup menyebabkan pelaku tidak pernah dibebaskan dari penjara dan biasanya dibatasi pada kasus pembunuhan paling serius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerkosaan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top