Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Brexit, Industri Keuangan Ajukan Akses yang Lebih Mudah ke Pasar Eropa

Asosiasi Pasar Keuangan di Eropa (AFME), salah satu organisasi advokasi teratas industri keuangan, meluncurkan tawaran untuk meyakinkan para pembuat kebijakan di Brussels bahwa mereka harus mengubah pendekatan terkait akses bagi perusahaan asing terhadap klien di Uni Eropa.
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019./Reuters- Kenzo Tribouillard
Bendera Inggris Raya dan Uni Eropa di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 20 September 2019./Reuters- Kenzo Tribouillard

Bisnis.com, JAKARTA - Mendekati tenggat waktu Brexit pada 31 Januari 2020, bank investasi global meningkatkan upaya lobi untuk mempertahankan akses yang lebih mudah ke pasar blok Eropa yang menguntungkan.

Asosiasi Pasar Keuangan di Eropa (AFME), salah satu organisasi advokasi teratas industri keuangan, meluncurkan tawaran untuk meyakinkan para pembuat kebijakan di Brussels bahwa mereka harus mengubah pendekatan terkait akses bagi perusahaan asing terhadap klien di Uni Eropa.

"Jika kebijakan industri keuangan tidak direvisi selepas Inggris keluar dari Uni Eropa, aturan eksisting berisiko merusak iklim bisnis dan bahkan mengancam stabilitas keuangan," kata kelompok itu, dikutip melalui Bloomberg, Selasa (14/1/2020).

Yang menjadi masalah adalah sistem kesetaraan yang ditekankan Uni Eropa, kebijakan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan bisnis di blok tersebut hanya jika peraturan di negara asal dianggap cukup tangguh.

Setelah gagal meyakinkan Uni Eropa untuk mempertahankan akses pasar yang fleksibel dengan mekanisme passporting, pusat keuangan di London belum berhenti untuk memperbaiki rezim kesetaraan yang telah ditekankan oleh para pembuat kebijakan di Brussels.

"Agar pasar modal Uni Eropa berkembang, di samping mengembangkan ekosistem keuangan, penting untuk mempertahankan dan terus mengembangkan pasar modal terbuka," ujar eksekutif AFME yang dipimpin oleh Oliver Moullin, dalam sebuah makalah yang menyerukan perbaikan kerangka kerja kesetaraan.

AFME mengatakan Uni Eropa harus memperbarui sistem kesetaraan agar mencakup lebih banyak jenis layanan perbankan, di antaranya pasar sekuritisasi dan sistem penyelesaian perdagangan.

Kelompok lobi ini juga menyerukan peningkatan kerja sama antara regulator di Uni Eropa dan negara-negara asing, serta menuntut lebih banyak kejelasan tentang bagaimana blok ekonomi itu menentukan status kesetaraan suatu negara, yang berpotensi mengacaukan perdagangan lintas batas dan pasar.

Wall Street dan bank non-Eropa lainnya telah menggunakan London sebagai basis utama mereka untuk mengakses pasar Uni Eropa selama beberapa dekade terakhir.

Menurut perkiraan yang diterbitkan oleh PwC dan City of London Corporation bulan ini, sektor keuangan menyumbang lebih dari 75 miliar pound ke dalam keuangan publik Inggris pada tahun yang berakhir hingga 31 Maret 2019, atau sekitar 10,5% dari semua penerimaan pajak.

Sektor ini juga dilaporkan mempekerjakan sekitar 1 juta orang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nirmala Aninda
Editor : Achmad Aris

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper