Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPU Klaim Kepercayaan Publik Masih Tinggi Pasca OTT Wahyu Setiawan

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan setelah melihat tren yang ada dari berbagai lembaga survey, tingkat kepercayaan orang kepada KPU masih cukup tinggi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  18:49 WIB
Ketua KPU Arief Budiman berbicara kepada wartawan usai mendatangi gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/1/2019). - ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Ketua KPU Arief Budiman berbicara kepada wartawan usai mendatangi gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/1/2019). - ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum mengklaim kepercayaan publik terhadap komisi tersebut tetap tinggi pascapenangkapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan akibat dugaan penerimaan suap oleh Komisi Pemilihan Umum.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan setelah melihat tren yang ada dari berbagai lembaga survey, tingkat kepercayaan orang kepada KPU masih cukup tinggi.

“Kalau melihat beberapa survey, tingkat kepercayaan orang kepada KPU cukup tinggi. Bahwa sekarang ada pengaruhnya tidak? ya saya merasa pasti ada pengaruhnya. Tapi jangan menyimpulkan bahwa orang tidak percaya KPU,” katanya di Gedung DPR, Selasa (14/1/2020).

Dia menolak menyebut kepercayaan publik tergerus akibat kasus dugaan penerimaan suap yang dilakukan Caleg PDIP Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan.

Menurutnya, setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK kepada Wahyu, masyarakat terus meminta KPU lebih konsisten terhadap aturan yang telah dikeluarkan.

Di sisi lain, Arief menyebut KPU merasa terpukul dan prihatin atas kasus itu. Pihaknya akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran tidak hanya bagi KPU RI, akan tetapi juga KPU baik di provinsi maupun di kabupaten/kota.

“Makanya saya ingatkan terus mereka agar ini jadi pelajaran berharga, makin waspada makin menjaga integritasnya dan kerja mengikuti peraturan perundangan yang berlaku,” terangnya.

Sebelumnya, Wahyu dicocok oleh KPK setelah diduga menerima sejumlah dana untuk melobi agar Caleg PDIP Harun Masiku masuk ke DPR RI menggantikan anggota dewan yang telah meninggal dunia. Padahal Harun berada di peringkat lima perolehan suara saat Pileg lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kpu
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top