Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkatan Darat AS Kerahkan Gugus Tugas Siber untuk Hadang China

Angkatan Darat Amerika Serikat akan memperluas upaya untuk menangkal China dengan mengerahkan gugus tugas khusus ke Pasifik. Gugus tygas ini mampu melakukan operasi informasi, elektronik, dan siber terhadap Beijing.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  14:45 WIB
 Ilustrasi-Personel militer AS menyambut Presiden AS Donald Trump setelah sambutannya kepada pasukan AS dalam kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, 28 November 2019. - Reuters
Ilustrasi-Personel militer AS menyambut Presiden AS Donald Trump setelah sambutannya kepada pasukan AS dalam kunjungan mendadak ke Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, 28 November 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Angkatan Darat Amerika Serikat akan memperluas upaya untuk menangkal China dengan mengerahkan gugus tugas khusus ke Pasifik. Gugus tygas ini mampu melakukan operasi informasi, elektronik, dan siber terhadap Beijing.

Unit yang akan diungkap oleh Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy di sebuah acara di Washington pada hari Jumat ini juga akan dilengkapi senjata presisi jarak jauh seperti rudal hipersonik untuk mencapai target darat dan laut dan membuka jalan bagi kapal Angkatan Laut jika terjadi konflik.

Gugus tugas Angkatan Darat akan membantu menetralisir beberapa kemampuan yang sudah dimiliki China dan Rusia dan dimaksudkan untuk menjauhkan kapal induk AS dari daratan Asia, kata McCarthy dalam sebuah wawancara.

“Langkah ini dirancang untuk menetralisir semua investasi yang telah dilakukan China dan Rusia," kata McCarthy, seperti dikutip Bloomberg.

Langkah tersebut juga akan didukung oleh perjanjian baru dengan National Reconnaissance Office yang mengembangkan dan mengelola satelit mata-mata AS, lanjutnya. Berdasarkan perjanjian itu, unit taktis Angkatan Darat akan lebih mampu menyadap informasi yang diperoleh dari satelit orbit rendah yang ada.

Langkah ini akan membantu Menteri Pertahanan Mark Esper mencapai tujuan yang sudah lama dicari untuk memindahkan lebih banyak pasukan dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ke Pasifik, memberikan posisi yang lebih baik bagi AS untuk menghadapi "pesaing sejawat" China dan pesaing bersejarah Rusia.

Di bawah visi McCarthy, upaya ini akan memungkinkan Angkatan Darat menciptakan paradigma baru di Pasifik tempat pasukan darat dapat menembus pertahanan siber untuk angkatan udara dan angkatan laut.

Sekarang, unit berbasis darat di gugusan pulau itu dapat menciptakan dukungan "untuk udara dan laut," kata McCarthy.

Angkatan Darat mulai bereksperimen dengan gugus tugas pada tahun 2018. Brigade Artileri Lapangan ke-17 dari Pangkalan Bersama Lewis-McChord di Negara Bagian Washington melakukan sembilan latihan utama, ditambah simulasi perang untuk mengevaluasi konsep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat siber
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top