Kadernya Tersangka Korupsi, Megawati Kumpulkan Pengurus DPP

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Harun Masiku menjadi tersangka atas dugaan pemberian suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. Mahar diberikan agar dia bisa lolos menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  15:20 WIB
Kadernya Tersangka Korupsi, Megawati Kumpulkan Pengurus DPP
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan pers usai pengukuhan dirinya sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024 dalam Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (8/8/2019). Megawati Soekarnoputri terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2019-2024. - ANTARA /Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Harun Masiku menjadi tersangka atas dugaan pemberian suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan. Mahar diberikan agar dia bisa lolos menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto mengatakan bahwa setelah ada operasi tangkap tangan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengumpulkan pengurus pusat.

“Saya tidak termasuk yang dikumpulkan,” katanya di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Bambang menjelaskan bahwa masalah seperti ini akan di selesaikan secara organisasi oleh Megawati.

“Kami kenal Ibu [Megawati] kami. Dikau pahamlah itu. Megawati bukan sekadar ketum [ketua umum]. she's my grandmother,” jelasnya.

Sebelumnya, Wahyu ditangkap tangan oleh KPK dugaan penerimaan janji terkait penetapan anggota DPR 2019—2024. Wahyu memberikan janji kepada Harun Masiku agar bisa anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ini karena anggota DPR yang terpilih dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Nazaruin Kiemas meninggal dunia. Akan tetapi suara terbesar setelah dia yang harus menggantinya adalah Riezky Aprilia. Di sini Wahyu melobi Harun dengan mahar diduga sebesar Rp900 juta untuk menggantikan Riezky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, megawati, pdip

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top