Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korban Meninggal Akibat Banjir Dapat Santunan, Ini Nama-namanya

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan santunan kepada korban meninggal akibat bencana banjir.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  20:32 WIB
Mobil terendam banjir di perumahan Ciledug Indah 1, Tangerang, Banten, Rabu (1/1/2020). - Antara/Muhammad Iqbal
Mobil terendam banjir di perumahan Ciledug Indah 1, Tangerang, Banten, Rabu (1/1/2020). - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan santunan kepada korban meninggal akibat bencana banjir.

“Makanan, bantuan tenda-tenda, peralatan dapur, selimut, juga kalau yang trauma ada dukungan psikososialnya. Nanti kita upayakan yang terbaik, untuk yang korban meninggal, kita berikan santunan terhadap ahli warisnya Rp15 juta per korban,” ujarnya melalui keterangan pers pada Kamis (2/11/2019).

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos DKI Jakarta Tarmijo Damanik menjelaskan bahwa ahli waris korban bencana yang meninggal dapat mengajukan bantuan santunan ke Kementerian Sosial melalui usulan Dinas Sosial setempat.

Syaratnya dengan menunjukkan sejumlah bukti administrasi kependudukan, kartu keluarga, surat keterangan kematian, serta keterangan saksi. Santunan berlaku bagi korban banjir Jakarta dan sekitarnya.

“Adanya santunan ini berasal dari Kemensos RI. Kami Dinas Sosial berupaya mendata dan mengajukan permohonan. Kami juga mengingatkan kepada ahli waris, mulai menyiapkan berkas apa saja yang perlu disiapkan. Atau mungkin nanti setelah banjir sudah mulai surut,” jelasnya.

Jumlah korban meninggal dalam musibah banjir di Jabodetabek hingga hari ini mencapai 21 korban jiwa.

Korban meninggal dunia berdasarkan data Kementerian Sosial yaitu: M Ali (82), Siti Hawa (72) dan Willi Surahman (54) warga Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur akibat hipotermia.

Selanjutnya Rumsinah (68), NN (8) dan Amelia (27) warga Kelurahan Pangkalan Jati Baru Kecamatan Cinere, Depok, meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor.

Korban lainnya Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran Jakarta Pusat meninggal akibat kesetrum listrik, Kusmiyati (30) warga Tanah Sereal Kota Bogor meninggal karena tertimpa tanah longsor.

Warga yang menjadi korban lainnya yaitu Marsdianto (20) beralamat Perumahan Puri Citayam Permai 2 Dewa Rawa Panjang Bojonggede Bogor, Asri (45), M Hudri (24), Carli (5), Rumsah (60), Amri (60), Cicih (10) dan Saroh (25) seluruhnya warga RT 02/03 Kampung Sinar Harapan Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya meninggal akibat terseret arus banjir.

Selain itu, menurut data Kemensos, korban jiwa juga jatuh di Kampung Parung Sapi Desa Kalong Sawah Kecamatan Jasinga atas nama Hilman (15). Selain itu terdapat pula dua warga Kampung Cibeureum Dewa, Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Idrus (50) dan Nurjen (47) yang meninggal akibat terseret arus banjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta longsor menteri sosial
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top