Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indef : Jiwasraya Harus Bayar Polis Nasabah!

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mendesak pihak PT Asuransi Jiwasraya membayar polis nasabah yang telah dirugikan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  23:02 WIB
Indef : Jiwasraya Harus Bayar Polis Nasabah!
Sejumlah pemegang polis Jiwasraya mengunjungi Kantor OJK di Wisma Mulia, Jakarta pada Selasa (17/12/2019). Mereka menuntut adanya mediasi dan langakh nyata dari OJK untuk penyelesaian gagal bayar klaim polis JS Plan. - Bisnis/istimewa
Bisnis.com, JAKARTA--Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mendesak pihak PT Asuransi Jiwasraya membayar polis nasabah yang telah dirugikan.
 
Dia berpandangan bahwa masalah gagal bayar yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya murni masalah hukum dan tidak boleh ditarik ke ranah politis.
Dia juga menilai jika perkara dugaan tindak pidana korupsi sebesar Rp13,7 triliun itu ditarik ke ranah politis oleh segelintir orang maka diprediksi perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya bakal semakin kusut.
 
"Saya kira kalau ditarik ke politik malah semakin kusut," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (26/12).
 
Dia meyakini kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang berlarut-larut, karena disebabkan butuh sejumlah alat bukti otentik yang bisa menguatkan penyidik untuk menetapkan seorang tersangka.
 
"Kemudian dari sisi kebijakan, berbeda dengan bank. Kalau di bank ada LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sedangkan untuk asuransi tidak ada lembaga penjamin seperti LPS," katanya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa persoalan keuangan yang kini dialami PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi selama 10 tahun lebih. Tepatnya sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
PT Asuransi Jiwasraya diduga sudah tidak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp 12,4 triliun.
Kini Kejaksaan Agung sedang menyidik dugaan korupsi pengelolaan dana investasi Jiwasraya dengan perkiraan kerugian negara hingga Agustus lalu mencapai Rp13,7 triliun.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indef jiwasraya
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top