Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu Retno Serahkan Dua WNI Sandera Abu Sayyaf kepada Keluarga

Dengan bebasnya Maharudin dan Samiun, masih ada satu lagi tak WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf, yakni putra Maharudin, Muhammad Farhan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  16:38 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua dari kiri)  menyerahkan dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (26/12/2019) - Bisnis.com/Denis Riantiza M
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua dari kiri) menyerahkan dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (26/12/2019) - Bisnis.com/Denis Riantiza M

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyerahkan dua warga negara Indonesia yang sempat disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf, Maharudin Lunani (48) dan Samiun Maneu (27) kepada pihak keluarga di Kantor Kemenlu, Kamis (26/12/2019).

Serah-terima dilakukan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan anggota keluarga korban.

"Alhamdulillah akhirnya atas kerja bersama kita semua, kami bisa menyerahterimakan Pak Maharudin dan Samiun untuk kembali bersama keluarga setelah selama 90 terakhir mereka dalam kecemasan dan kebimbangan saat menjadi sandera di Filipina," ujar Retno.

Retno mengatakan keberhasilan pembebasan ini tak lepas dari kerja sama intensif, baik antara internal pemerintah Indonesia maupun antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Filipina.

Maharudin dan Samiun berhasil dibebaskan dalam operasi pembebasan yang dilakukan oleh badan intelijen Indonesia dengan militer Filipina pada 22 Desember lalu. Dalam operasi tersebut, kata Retno, satu prajurit militer Filipina gugur.

"Saya sudah komunikasi langsung dengan Menlu dan Menhan Filipina untuk menyampaikan terima kasih dan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit Filipina," katanya.

Dengan bebasnya Maharudin dan Samiun, masih ada satu lagi tak WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf, yakni putra Maharudin, Muhammad Farhan.

Retno telah melakukan komunikasi kembali dengan menteri pertahanan Filipina untuk membahas upaya pembebasan Farhan.

"Kami minta upaya pembebasan dengan selamat dapat segera dilakukan," katanya.

Dalam sambutannya, sepupu Samiun, M.Piko, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah berupaya sekuat tenaga membebaskan Samiun.

Maharudin, Samiun, dan Farhan diculik oleh kelompok gerilyawan Filipina, Abu Sayyaf, saat melakukan aktivitas di Pantai Tambisan Lahad Datu, Sabah, pada September 2019. Ketiganya dibawa dan disandera di Kepulausan Sulu, Filipina. Mereka merupakan pekerja migran asal Baubau, Sulawesi Tenggara, yang bekerja di sebuah kapal ikan Malaysia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top