Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBNU : Pelarangan Ibadah Melawan Konstitusi

Umat kristiani di seluruh dunia akan merayakan Natal. Indonesia yang mayoritas penduduk muslim juga demikian karena merupakan negara majemuk.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 24 Desember 2019  |  12:59 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas. - www. nu.or.id
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas. - www. nu.or.id

Bisnis.com, JAKARTA – Umat kristiani di seluruh dunia akan merayakan Natal. Indonesia yang mayoritas penduduk muslim juga demikian karena merupakan negara majemuk.

Ketua Pengurus Harian PBNU, Robikin Emhas mengatakan bahwa kebebasan beragama merupakan hak dasar yang tak boleh dikurangi dan dijamin konstitusi.

“Oleh karena itu pelarangan pelaksanaan peribadatan dengan dalih apapun tak bisa dibenarkan dan merupakan tindakan melawan konstitusi,” katanya melalui pesan instan kepada wartawan, Selasa (24/12/2019).

Robikin menjelaskan bahwa masyarakat diajak untuk menjunjung konstitusi. Jangan sampai ada yang melangkahi.

Menurutnya, dengan mematuhi amanat undang-undang sama saja memberi jaminan kehidupan sosial setiap orang. Tujuannya menggapai harmoni.

“Untuk itu Nahdlatul Ulama meminta agar pemerintah memastikan seluruh pemeluk agama dapat menjalankan peribadatannya sesuai ajaran agama masing-masing,” jelasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat mengeluarkan surat pemberitahuan terkait larangan perayaan Natal. Umat Kristiani tidak bisa merayakan hari keagamaan kecuali di tempat ibadah resmi yang ditunjuk pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

natal pbnu
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top