Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Malaysia Ajak Pemimpin Islam Perangi Islamophobia

Perdana Menteri Mahatir Mohamad menyerukan agar para pemimpin negara muslim dunia untuk mengakhiri perbuatan yang memicu pandangan negatif terhadap Islam.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  17:11 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengikuti pertemuan Asean Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Afriadi Hikmal
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengikuti pertemuan Asean Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Afriadi Hikmal

Bisnis.com, BANDUNG - Perdana Menteri Mahatir Mohamad menyerukan agar para pemimpin negara muslim dunia untuk mengakhiri perbuatan yang memicu pandangan negatif terhadap Islam.

Dia meminta agar para pemimpin negara Islam membuat perencanaan yang matang untuk menangani Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam.

Berbicara di depan pemimpin negara Islam -- Presiden Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani -- Mahatir menegaskan aksi teror telah menyebarkan ketakutan terhadap Islam sehingga akhirnya menimbulkan phobia.

"Ya, kita marah dan frustrasi. [Tetapi] Kita tidak melancarkan perang konvensional. Tidak ada negara yang akan menolong kita. Lantas apa yang kita dapatkan dari tindakan kekerasan yang membabi buta seperti itu? Tidak ada," tegas Mahatir dalam pidatonya di KL Summit, Kamis (19/12/2019).

Mahathir mengeluhkan nasib warga Muslim di beberapa negara yang harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di tempat lain, sementara banyak negara Muslim tetap "terikat" dengan negara-negara non-Muslim yang kuat.

Komentar itu muncul di tengah keheningan dari dunia Islam tentang tindakan China terhadap warga Muslim Uighur dan undang-undang kewarganegaraan India yang mendiskriminasi Muslim.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah mengutuk perbuatan China terhadap warganegara Muslim di negara tersebut.

Sayangnya, Raja Salman Abdulaziz Al Saud dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan tidak hadir dalam pertemuan KL Summit yang digadang-gadang akan menjadi rival OKI.

Mahathir menampik kekhawatiran itu. Dia mengatakan Malaysia terlalu kecil untuk menimbulkan tantangan dan dia hanya berusaha untuk memicu rasa tanggung jawab.

"Jika upaya kami membuahkan hasil, kami ingin membawanya ke negara-negara Muslim lain untuk berbagi keprihatinan dan keinginan melakukan sesuatu demi memperbaiki keadaan saudara-saudara kita," kata Mahathir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku minoritas uighur mahathir mohamad

Sumber : Bloomberg

Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top