Exit Poll: Boris Johnson Siap Menangkan Pemilu Inggris

Partai Konservatif yang dihuni Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan meraih kemenangan dalam pemilu yang telah berlangsung.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  08:51 WIB
Exit Poll: Boris Johnson Siap Menangkan Pemilu Inggris
Perdana Menteri Ingris Boris Johnson. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Konservatif yang dihuni Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan meraih kemenangan dalam pemilihan umum yang telah berlangsung.

Kemenangan yang diraih Konservatif akan mengamankan mayoritas kursi untuk partai ini di Parlemen Inggris sekaligus memuluskan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) seperti yang diusung Johnson.

Survei (exit poll) resmi pemilu memperkirakan Partai Konservatif akan memenangkan 368 dari 650 kursi di House of Commons. Sementara itu, oposisi utama Partai Buruh diproyeksikan untuk mengamankan 191 kursi dan Partai Nasional Skotlandia meraih 55 kursi.

Jika proyeksi itu dibuktikan melalui hasil akhirnya, mayoritas kursi yang diraih Johnson akan memberinya lebih banyak kekuatan untuk memuluskan rencananya soal Brexit, terutama jika ia membutuhkan waktu ekstra untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa.

Johnson berencana untuk mempercepat proses legislasi melalui Parlemen demi memenuhi tanggal Brexit yang saat ini ditetapkan pada 31 Januari 2020.

“Jika angkanya sesuai dengan yang terlihat dan kami mendapatkan mayoritas kursi, maka kami akan menjadi sangat sibuk dan bergegas,” ujar Ketua Partai Konservatif James Cleverly kepada Bloomberg TV.

Di sisi lain, bagi pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, proyeksi tersebut adalah bencana. Dia mempertaruhkan segalanya atas rencana radikal untuk menaikkan pajak bagi kalangan berduit dan menasionalisasi petak industri.

Pejabat senior Partai Buruh memperkirakan Corbyn akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin partai jika exit poll itu terbukti akurat.

“Saya pikir hasilnya lebih mendekati. Saya pikir kebanyakan orang berpikir survei itu semakin menyempit. Jika mendekati hasilnya, ini akan sangat mengecewakan,” ujar juru bicara ekonomi di Partai Buruh John McDonnell kepada BBC.

“Kami tahu itu akan sulit karena Brexit telah mendominasi pemilihan ini,” tambahnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Exit poll ini didasarkan pada survei massal terhadap puluhan ribu warga setelah mereka memberikan suara. Cara ini secara umum membuatnya lebih akurat dalam memprediksi hasil pemilu Inggris ketimbang survei terhadap pemilih yang dilakukan selama kampanye.

Bagi Johnson sendiri, kemenangan mayoritas akan menandai puncak dari kekuasaannya.

Setelah ia memimpin kampanye pro-Brexit tiga tahun lalu, Johnson menyaksikan saat-saat ketika PM Theresa May mencoba dan berulang kali gagal menegosiasikan perjanjian Brexit dengan UE yang akan diterima di Parlemen Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu, inggris

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top