Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Korupsi Terungkap Karena Orang Dalam

Karena itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau agar pegawai pemerintah berani lapor jika melihat ada indikasi korupsi di tempatnya bekerja.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Desember 2019  |  14:11 WIB
Pimpinan KPK Alexander Marwata ketika masih menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12 September 2019). - Antara/Nova Wahyudi
Pimpinan KPK Alexander Marwata ketika masih menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12 September 2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Selama ini sebagian besar kasus korupsi terungkap karena ada laporan dari orang dalam.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau agar pegawai pemerintah berani lapor jika melihat ada indikasi korupsi di tempatnya bekerja.

“Keteladanan-keteladanan di instansi pemerintah masih banyak tapi suaranya kalah. Kenapa banyak korupsi? Karena yang tahu diam saja,” katanya saat mengisi mini seminar dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (8/12/2019).

Alex menjelaskan 80 persen korupsi terungkap karena ada laporan. Hal ini berbeda jauh jika hanya mengandalkan auditor internal atau eksternal. Kasus korupsi yang terungkap karena laporan auditor hanya berkisar 15 persen.

Menurut Alex, banyak orang yang tahu ada korupsi namun enggan lapor karena takut atau khawatir akan keselamatannya. Ia menjelaskan para pelapor seharusnya tidak perlu takut lantaran KPK bakal melindungi dan merahasiakan identitasnya.

Alex bercerita ada seorang pegawai di salah satu instansi pemerintah yang rajin lapor ke KPK jika menerima gratifikasi. Saat ditanya oleh Direktorat Gratifikasi KPK, pegawai ini mengaku menerima hadiah itu dari pimpinannya.

Setelah KPK menelusuri lebih lanjut terungkap bahwa ada pendapatan dari ketua tim pegawai itu yang berasal dari sumber ilegal. “Nah, yang melaporkan ini kami lindungi, kariernya kami lindungi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top