Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fadli Zon Minta Wacana Presiden Tiga Periode Dihentikan

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menilai wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode membahayakan demokrasi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 23 November 2019  |  20:05 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Rabu (28/8/2019) - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Rabu (28/8/2019) - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menilai wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode membahayakan demokrasi.

“Ya saya kira itu wacana yang sangat berbahaya bagi demokrasi kita ya, harus dihentikan lah,” kata Fadli di acara Bedah Buku PKI Dalang dan Pelaku G30S1965 di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Fadli mengatakan bahwa masa jabatan dua periode sudah menjadi konvensi dan amanat konstitusi. Sehingga ia rasa tak diperlukan untuk menambahnya menjadi tiga periode.

Ia pun mengatakan hal itu dapat memicu kontroversi dan kegaduhan yang tak ada gunanya. Justru bisa membuka kotak pandora, di mana orang-orang berpeluang mengomentari hal lain di luar itu.

“Nanti bisa pertanyaan dasar negara, bisa pertanyaan lagi ini, orang Indonesia asli atau bukan. Jadi menurut saya itu akan membuka semua pertanyaan, orang kan udah bisa meminta yang semacam itu nanti,” kata dia.

Fadli Zon menyebut membuka pembahasan hal tersebut sekarang ini, dapat memperparah situasi. Karena di sisi lain ekonomi masih kacau, dan ada juga ancaman disintegrasi sosial dan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden gerindra Fadli Zon

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top