Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Microsoft Mendapat Lisensi AS untuk Ekspor Perangkat Lunak ke Huawei

Pemerintah Amerika Serikat memberikan lisensi kepada Microsoft Corp untuk melakukan bisnis dengan Huawei Technologies Co.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 November 2019  |  08:29 WIB
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat memberikan lisensi kepada Microsoft Corp untuk melakukan bisnis dengan Huawei Technologies Co.

Dengan langkah ini, raksasa perangkat lunak tersebut dapat terus menjual sejumlah produknya utamanya kepada perusahaan China yang masuk daftar hitam oleh pemerintah AS awal tahun ini.

"Pada 20 November, Departemen Perdagangan AS mengabulkan permintaan Microsoft untuk mendapat lisensi ekspor perangkat lunak massal ke Huawei," kata perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington, dalam sebuah pernyataan, Kamis (21/11/2019).

"Kami menghargai keputusan departemen dalam menanggapi permintaan kami," lanjut mereka, seperti dikutip Bloomberg.

Microsoft masih enggan menguraikan pernyataan tersebut, sehingga masih belum jelas apa definisi dari perangkat lunak massal dalam lisensi tersebut. Microsoft menjual perangkat lunak Windows dan Office ke Huawei.

Pekan ini, Departemen Perdagangan AS mulai memberikan lisensi kepada beberapa perusahaan AS yang menjadi pemasok salah satu produsen smartphone dan peralatan jaringan komputer terbesar di dunia tersebut.

"Kami mendapat sekitar 290 permohonan lisensi spesifik. Saat ini kami mulai mengirimkan surat penolakan 20 hari serta sejumlah surat persetujuan,” ungkap Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network pada hari Selasa.

Pada bulan Mei, AS menambahkan Huawei ke daftar hitam, yang membuat perusahaan asal AS tidak dapat menjual komponen ke ke Huawei, atas tuduhan mengancam keamanan nasional AS. Huawei membantah tuduhan tersebut.

Dimasukkannya Huawei ke dalam daftar hitam membuat perusahaan AS wajib mendapatkan lisensi dari pemerintah untuk menjual ke Huawei. Kebijakan ini telah menekan pendapatan di beberapa perusahaan AS dan menyebarkan kebingungan mengenai apa yang diizinkan dan apa yang tidak.

Presiden Direktur Microsoft Brad Smith mengeluh pada bulan September bahwa AS memperlakukan Huawei secara tidak adil dan menolak untuk menjelaskan mengapa Huawei tidak diperbolehkan membeli teknologi AS, termasuk perangkat lunak Microsoft.

Di sisi lain, sejumlah senator dari kedua partai meminta agar Presiden AS Donald Trump menangguhkan pemberian lisensi kepada perusahaan As.

“Melakukan bisnis dengan Huawei merupakan ancaman serius bagi infrastruktur telekomunikasi AS dan keamanan nasional secara lebih luas," kata anggota parlemen itu.

Mereka juga meminta agar Kongres mendapat laporan yang menguraikan kriteria untuk menentukan apakah setiap lisensi akan menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional atau tidak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

huawei microsoft
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top