Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mendagri Imbau Kepala Daerah Inspeksi Restoran dan Penjual Makanan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk mulai peduli terhadap restoran dan penajaja makanan yang kerap berada di ruang publik.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 19 November 2019  |  17:03 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja dengan Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). Rapat tersebut membahas isu-isu terkait otonomi daerah, pemerintah daerah serta hubungan pusat dan daerah.  - Antara
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja dengan Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). Rapat tersebut membahas isu-isu terkait otonomi daerah, pemerintah daerah serta hubungan pusat dan daerah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk mulai peduli terhadap restoran dan penajaja makanan yang kerap berada di ruang publik.

Hal ini terkait dengan pentingnya pemerintah daerah dalam menjaga keamanan kesehatan (health security) di daerah. Salah satunya adalah terkait dengan makanan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan inspeksi terhadap restoran dan penjual makanan di ruang publik. Menurut dia, hal itu belum pernah dilakukan. Saat ini penjual makanan dan restoran masih bebas dari inspeksi yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

"Kita kayaknya belum ada, masih bebas sebebas-bebasnya, gak tau bakso yang kita makan isinya bahan kimia, ikannya juga dikasih formalin supaya tahan lama, akhirnya berujung pada penyakit, kanker, dan penyakit lainnya, akibatnya biaya negara dan perorangan jauh lebih tinggi,” kata Tito dalam keterangan resmi, Selasa (19/11/2019).

Selain itu sebagai upaya pencegahan dalam hal menjaga health security, dia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan rumah sakit, kebersihan kota, keamanan, hingga tempat untuk berolahraga.

"Sehingga masyarakat bisa berolahraga, lari, jalan kaki, dan ini mengurangi ongkos kesehatan, intinya mencegah lebih baik dari mengobati,” terangnya.

Tak hanya itu, Kepala Daerah juga diminta untuk memiliki leadership, kemauan dan kemampuan yang mumpuni untuk mengelola Kabupaten/Kota menjadi lebih sehat dan ramah untuk warga masyarakatnya.

“Banyak aspek pencegahan yang menjadi variabel untuk mengatakan kota adalah kota yang sehat, namun Ini semua membutuhkan leadership kepala daerah," kata Tito.

Tito mengatakan bahwa kesehatan merupakan aspek sentral dalam pembangunan. Dalam lima program prioritas nasional, poinnya ada pada pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia.

Pembangunan SDM ini, lanjutnya, selain ditopang oleh aspek pendidikan formal maupun non-formal, juga ditunjang dengan aspek kesehatan.

"Sebab, bagaimana mungkin membentuk SDM yang unggul dan terampil jika SDM tak sehat secara fisik, mental, maupun spiritual," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top