Penyelidikan Pemakzulan, Trump Janji Rilis Transkrip Telepon dengan Presiden Ukraina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji merilis transkrip percakapan telepon dirinya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelum akhir pekan ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 12 November 2019  |  20:45 WIB
Penyelidikan Pemakzulan, Trump Janji Rilis Transkrip Telepon dengan Presiden Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji merilis transkrip percakapan telepon dirinya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelum akhir pekan ini.

"Saya akan merilis transkrip dari panggilan telepon pertama, dan karena itu yang lebih penting, dengan Presiden Ukraina sebelum akhir pekan!" cuitnya melalui akun resmi Twitternya, Selasa (12/11/2019).

Dalam percakapan telepon pada Juli lalu, Trump dituduh menekan Zelenskiy dengan pemblokiran dana bantuan militer untuk menyelidiki Joe Biden, rival utama Trump dalam pemilihan presiden AS 2020. Tuduhan itu telah memicu Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk mengajukan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Sidang terbuka terkait penyelidikan pemakzulan tersebut rencananya akan digelar Rabu (13/11/2019).

Menjelang sidang pemakzulan, Trump menyampaikan pembelaannya dalam serangkaian tweet pada Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, Presiden Ukraina Zelenskiy tidak merasa mendapat tekanan yang memaksanya untuk menyelidiki Biden. Dia juga berargumen bahwa menyelidiki dugaan korupsi Biden merupakan kewajibannya sebagai presiden.

"Dia dan yang lainnya juga menyatakan bahwa 'tidak ada tekanan' yang memaksanya untuk menyelidiki Sleepy Joe Biden meskipun, sebagai Presiden, saya memiliki 'kewajiban' untuk menyelidiki korupsi, dan tindakan Biden, dalam rekaman, tentang memecat jaksa penuntut," tulis Trump.

"...dan putranya (Hunter Biden) mengambil jutaan dolar, tanpa pengetahuan atau bakat, dari perusahaan energi Ukraina dan jutaan lainnya diambil dari China, dan sekarang laporan perusahaan dan negara lain juga memberinya uang banyak, tentu saja terlihat sangat korup bagi saya," lanjutnya.

Awal bulan lalu Zelenskiy menyampaikan bahwa Trump tidak berusaha memerasnya selama panggilan telepon pada Juli atau pertemuan pada September lalu.

Kepada wartawan, Zelenskiy menuturkan bahwa tujuannya melakukan panggilan telepon dengan Trump adalah untuk mengatur pertemuan berikutnya. Saat itu, ia telah meminta Gedung Putih untuk mengubah retorikanya di Ukraina.

Dia mengatakan Kiev terbuka untuk melakukan investigasi bersama terhadap Biden. Namun dia menambahkan bahwa Ukraina adalah negara independen dengan lembaga penegak hukum independen yang tidak dapat dia pengaruhi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukraina, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top