Penyiraman Novel Disebut Rekayasa, Begini Komentar Anggota DPR dari PDIP

Kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan hingga kini belum menemukan titik terang. Di sisi lain, Novel dituduh melakukan kebohongan atas peristiwa tersebut.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 November 2019  |  13:07 WIB
Penyiraman Novel Disebut Rekayasa, Begini Komentar Anggota DPR dari PDIP
Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu (tengah) berjalan menuju gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/8). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan hingga kini belum menemukan titik terang. Di sisi lain, Novel dituduh melakukan kebohongan atas peristiwa tersebut.

Warganet ada yang menyimpulkan demikian karena hanya mata Novel yang rusak, tapi wajahnya tidak.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu mengatakan bahwa tidak mau beropini atas isu tersebut.

“Kalau rapat sama KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] dibilang apa tuh. Itu kan dilanggar berapa tuh biaya pengobatannya, Rp4 miliar? Terus [Novel] ke Singapura kan, dirawat di rumah sakit. Kalau ada yang bilang direkayasa, ya saya tidak tahu,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/11/2019).

Masinton menjelaskan bahwa tidak mau ikut-ikutan terbawa isu di media sosial. Di situ orang bisa menyampaikan pendapat meski tanpa data dan fakta.

Sementara itu salah satu kader PDIP, Dewi Tanjung melaporkan ke kepolisian atas dugaan pembohongan yang dilakukan Novel. Masinton pun tahu tindakan Dewi.

“Itu tindakan dia sendiri. Bahwa dia pernah sebagai caleg [dari PDIP] iya. Tapi dia tidak, bukan sikap partai,” ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, novel baswedan

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top