Pekerjaan Rumah Jokowi di Bidang Keamanan

Kabinet Jokowi - Ma`ruf akan diumumkan dalam dua hari ke depan. Namun Jokowi ditunggu oleh sejumlah pekerjaan rumah, salah satunya pada bidang keamanan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  21:50 WIB
 Pekerjaan Rumah Jokowi di Bidang Keamanan
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada wartawan seusai upacara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Antara - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kabinet Jokowi - Ma`ruf akan diumumkan dalam dua hari ke depan. Namun, Jokowi ditunggu oleh sejumlah pekerjaan rumah, salah satunya pada bidang keamanan.

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan pelbagai isu keamanan perlu menjadi perhatian dan perbaikan. Salah satunya adalah sistem koordinasi intelijen.

Menurutnya kasus penusukan yang dialami Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menjadi pelajaran penting bagi sistem koordinasi antarintelijen di seluruh instansi.

"Yang jadi pertanyaan adalah distribusi intelijen sampai ke aparat keamanan apakah ditanggapi dengan sistem yang baik. Ini penyakit di mana-mana bahwa ego antarlembaga masih kuat. Yang perlu dibangun adalah fungsi intelijen," katanya kepada Bisnis, Senin (21/10/2019).

Dia menjelaskan seluruh intansi keamanan termasuk TNI - Polri memiliki intelijen sendiri yaitu Bais pada TNI dan Intelkam di tubuh serta Badan Intelijen Negara.

Ketiga lembaga intelijen ini perlu difungsikan dalam satu data dan kemudian digunakan pemerintah untuk mengambil keputusan.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bahwa intelijen perlu diperbaiki distribusi intelijen perlu dibenarkan sehingga ada perbaikan di segi apapun di dalam ancaman apapun baik terhadap VIP maupun sektor ekonomi, sektor bisnis. Informasi inteijen itu perlu ditanggapi," terangnya.

Di sisi lain, ancaman seperti terorisme dan kejahatan transnasional seperti narkotika dan pencucian uang patut diwaspadai. Pasalnya kasus ini maish cukup tinggi karena pengaruh globalisasi.

Beberapa ancaman tersebut cukup berbahaya jika tidak ditanggapi serius. Pun demikian, kasus-kasus kriminal berskala besar diakui tidak hanya terjadi di Indonesia, namun turut dirasakan oleh dunia internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top