Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri dan TNI Pertebal Pengamanan Proses Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Polri dan TNI akan mempertebal jumlah pasukan pengamanan proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan menambah 31.000 personel dari sebelumnya 27.000 personel.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  18:46 WIB
Presiden Joko Widodo - Antara
Presiden Joko Widodo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Polri dan TNI akan mempertebal jumlah pasukan pengamanan proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan menambah 31.000 personel dari sebelumnya 27.000 personel.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan penambahan 4.000 personil TNI-Polri itu bukan karena adanya ancaman teror jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019, melainkan agar pelantikan berjalan dengan tertib dan aman.

"Kami melakukan penambahan (personel) itu untuk menjamin keamanan saja. Tidak ada keterkaitan dengan ancaman teror apa pun," tuturnya pada Selasa (15/10).

Dedi menjelaskan dari 31.000 personel tersebut di antaranya terdapat Sabhara Nusantara yang sejak awal dibentuk untuk mengawal prosesi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 beberapa bulan lalu. Dedi optimistis puluhan ribu personel TNI-Polri tersebut dapat mengawal dan mengamankan seluruh proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

"Total tambahan personelnya ada 4.000 personil. Jadi total keseluruhan ada 31.000 personel yang akan mengamankan proses pelantikan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top