Pembelian Agrikultur AS oleh China Akan Capai US$50 Miliar

China setidaknya akan menggandakan anggaran pembelian komoditas pertanian AS sebagai bagian dari perjanjian dagang parsial bilateral yang kemungkinan akan diterima dengan baik oleh para petani Amerika.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  16:40 WIB
Pembelian Agrikultur AS oleh China Akan Capai US$50 Miliar
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA - China setidaknya akan menggandakan anggaran pembelian komoditas pertanian AS sebagai bagian dari perjanjian dagang parsial bilateral yang kemungkinan akan diterima dengan baik oleh para petani Amerika.

Menurut Menteri Keuangan China Steven Mnuchin, ketentuan dari perjanjian tersebut akan meningkatkan pengeluaran tahunan China dapat mencapai US$40 miliar hingga US$50 miliar selama dua tahun ke depan.

Data pemerintah menunjukkan ekspor komoditas pertanian AS ke China mencapai US$19,5 miliar pada 2017.

Harga komoditas yang sensitif terhadap situasi perdagangan termasuk kedelai, babi, dan kapas naik sebelum pengumuman ini karena investor mengantisipasi meningkatnya komitmen pembelian China.

Jika disahkan, kesepakatan ini akan menjadi pertolongan bagi produsen Amerika yang menderita dari harga yang tertekan di tengah kenaikan tarif. China adalah konsumen kedelai, babi, dan kapas terbesar di dunia.

Presiden Donald Trump bahkan menyarankan para petani untuk membeli lahan dan mesin traktor tambahan sebagai tanggapan dari tahap pertama kesepakatan dagang dengan China.

"Tingkat pengeluaran menunjukkan bahwa mereka [China] mungkin berencana membeli lebih banyak daging babi AS, kedelai, jagung dan etanol," kata Kepala Ekonom Komoditas INTL FCStone Inc. Arlan Suderman, dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (12/10/2019).

Beberapa pedangang menyatakan mereka akan memantau lebih jauh komponen agrikultur dari perjanjian parsial ini sebelum bertindak terlalu agresif.

Pengamat pasar juga menggarisbawahi perlunya aktualisasi komitmen tersebut dari China.

Beberapa pedagang menyatakan keinginan untuk melihat lebih detail pada komponen pertanian dari kesepakatan sebelum menjadi terlalu bersemangat.

Pengamat pasar juga menunjukkan perlunya mengetahui tentang komitmen tonase.

Menurut sejumlah sumber, awal pekan ini para pejabat China telah membahas penawaran untuk membeli total volume kedelai AS yang bisa melebihi 30 juta ton.

Sebelum perang dagang, negara Asia tersebut dapat membeli 30 juta hingga 35 juta ton kedelai pada tahun normal.

Menurut seorang analis pasar komoditas biji-bijian di Farm Futures, Bryce Knorr, realisasi dari pembelian ini sangat bergantung dari jumlah yang dipesan.

"Presiden Trump berfokus pada jumlah total dolar karena tujuannya adalah defisit perdagangan. Kami menghasilkan US$29 miliar dengan China pada 2013, sebagian berkat beberapa kedelai yang harganya sangat mahal," katanya.

Analis pasar biji-bijian Rabobank, Stephen Nicholson, menyampaikan hal serupa di mana mencapai angka pembelian US$40 miliar-US$50 miliar nampaknya akan sulit dijangkau karena harga komoditas saat ini relatif rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, perang dagang AS vs China

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top