Wiranto Ditusuk Teroris, Masyarakat Pandeglang: Tindakan Memalukan

Yadi Murodi yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Pandeglang mengatakan, peristiwa tersebut sangat memalukan dan menganggap Pandeglang tidak kondusif bagi para pejabat tinggi negara datang ke Pandeglang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  19:59 WIB
Wiranto Ditusuk Teroris, Masyarakat Pandeglang: Tindakan Memalukan
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki

Bisnis.com, JAKARTA - Elemen masyarakat Kabupaten Pandeglang, Banten mengutuk penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto saat melakukan kunjungan ke Mathlaul Anwar di Menes, Pandeglang, Kamis (10/10).

"Peristiwa ini sangat memalukan, Pandeglang ini adalah simbol kota santri, etika kita sebagai santri harus lebih manusiawi," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Yadi Murodi, didampingi Wakabid Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Pandeglang Hilmi Aditiya Nugraha, di Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Ia mengatakan, atas nama elemen masyarakat Kabupaten Pandeglang, terutama PDI Perjuangan Pandeglang mengutuk keras kejadian penusukan kepada Menkopolhukam Wiranto dan tiga korban lainnya yang mencoba untuk menyelamatkan pejabat tinggi negara yang juga salah satu Dewan Pembina Mathlaul Anwar tersebut.

Yadi Murodi yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Pandeglang mengatakan, peristiwa tersebut sangat memalukan dan menganggap Pandeglang tidak kondusif bagi para pejabat tinggi negara datang ke Pandeglang.

"Peristiwa ini sangat memalukan, Pandeglang ini adalah simbol kota santri, etika kita sebagai santri harus lebih manusiawi. Dan kami meyakini rakyat Pandeglang tidak memiliki jiwa dan perilaku yang keji itu. Maka sekali lagi, kami tegaskan, atas nama rakyat Pandeglang kami sangat mengutuk keras dan meminta pelaku penusukan Menkopolhukam Pak Wiranto dihukum seberat-beratnya, bahkan hukum mati karena penusukan itu sudah masuk pada ancaman pembunuhan berencana." kata Yadi Murodi menegaskan.

Anggota DPRD Pandeglang yang sudah tiga periode menjabat itu menjelaskan bahwa pelaku bukan asli orang Pandeglang, dan dengan peristiwa tersebut, dia meminta maaf terhadap pemerintah pusat atas kejadian ini.

"Pelakunya itu orang luar semua, dan yakin Insya Allah orang Pandeglang asli lebih mengedepankan rasa kemanusiaan, etika dan rasa hormat terhadap siapa pun. Jadi, atas kejadian tadi kami mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya untuk pemerintah pusat, serta kepada Bapak Menkopolhukam," katanya pula.
Baca juga: MUI Banten ajak masyarakat tetap tenang dan serahkan ke penegak hukum

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Pandeglang dari Fraksi PKS, Tb Asep Rafiudin Arief yang mengecam dengan keras penusukan terhadap Menkopolhukam tersebut.

"Tindakan anarkis dan membahayakan nyawa orang lain adalah tidak dibenarkan secara hukum dengan alasan apa pun juga. Bahkan, kami atas nama rakyat Pandeglang sangat mengecam keras penusukan itu. Pelaku yang bukan warga Pandeglang itu harus dihukum seberat-beratnya, karena sudah mencederai rakyat dan daerah Pandeglang." katanya pula.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wiranto

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top