Megawati Dukung Bamsoet Menjadi Ketua MPR, Ini Syaratnya

Jalan politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat semakin lebar setelah pemilik suara terbanyak di legislatif, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi mendukungnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  12:37 WIB
Megawati Dukung Bamsoet Menjadi Ketua MPR, Ini Syaratnya
Anggota DPR RI periode 2019 - 2024 fraksi PAN Asman Abnur (kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kiri), Ketua MPR periode 2014-2019 Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Ketua DPR periode 2014-2019 Bambang Soesatyo (kedua kanan), dan Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) berfoto bersama usai mengikuti pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Jalan politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat semakin lebar setelah pemilik suara terbanyak di legislatif, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi mendukungnya.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberi arahan untuk mendukung Bambang (Bamsoet) sebagai calon Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan demi tegaknya demokrasi Pancasila yang salah satu cirinya adalah pemenang pemilu berbagi kekuasaan dengan parpol peserta pemilu lainnya,” kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah melalui keterangan pers.

Basarah menjelaskan bahwa setelah seluruh fraksi di MPR dan Kelompok DPD Pimpinan MPR, maka dasar penentuan Ketua MPR seharusnya dengan pertimbangan partai yang memperoleh suara terbanyak di pemilu 2019 lalu.

“Hal tersebut sama dengan mekanisme penentuan jabatan Ketua DPR. Namun, PDIP meyakini bahwa semangat demokrasi Pancasila bukanlah the winner take all. Sehingga, kursi Ketua MPR kami serahkan kepada parpol lain karena Ketua DPR sudah dipimpin oleh kader PDI Perjuangan dan jabatan Presiden yang juga dijabat oleh kader PDI Perjuangan,” jelasnya.

Akan tetapi tidak ada makan siang gratis. Basarah menuturkan ada syarat yang harus dipenuhi Bamsoet apabila mendapat dukungan PDIP.

Ketentuan itu adalah pemilihan ketua harus musyawarah mufakat dan menghindari pengambilan suara. Bamsoet dan Golkar juga harus komitmen menjaga kepastian jalannya pemerintahan Joko Widodo sesuai konstitusi sampai akhir masa jabatan tahun 2024.

Lalu, Bamsoet juga diminta mendukung kelanjutan rencana amandemen terbatas UUD 1945 untuk menghadirkan haluan negara melalui Ketetapan MPR. Kemudian melanjutkan dengan sungguh-sungguh program Sosialisasi 4 Pilar MPR.

Terakhir, mendukung MPR untuk bekerja sama dan bersinergi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam tugas pembinaan ideologi bangsa. Semua agenda tersebut sudah menjadi rekomendasi yang diputuskan oleh MPR 2014—2019 untuk periode selanjutnya.

“Syarat-syarat dukungan itulah yang telah kami sampaikan kepada Bamsoet dan rekan-rekan dari Fraksi Partai Golkar dan disambut dengan baik oleh Bamsoet dan rekan-rekan dari Fraksi Partai Golkar,” ucap Basarah.

Malam ini akan diputuskan ketua MPR melalui rapat paripurna. Selain Bamsoet, ada Ahmad Muzani dari Gerindra dan Fadel Muhammad dari DPR yang mengincar kursi tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mpr, Bambang Soesatyo

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top