Tompi Dukung Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Turun ke Jalan

Musisi sekaligus sutradara Tompi mendukung penuh aksi mahasiswa yang turun ke jalan memprotes Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial yang dimulai sejak Selasa (29/9/2019).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  07:28 WIB
Tompi Dukung Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Turun ke Jalan
Tompi di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (30/9/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Musisi sekaligus sutradara Tompi mendukung penuh aksi mahasiswa yang turun ke jalan memprotes Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial yang dimulai sejak Selasa (29/9/2019). 

"Saya setuju dengan aspirasi yang disampaikan tapi memang kita juga perlu untuk menahan diri untuk tidak destruktif, untuk tidak anarkis. Jadi, saya pernah ngetweet, saya men-support teman-teman mahasiswa yang turun menyampaikan aspirasinya dengan cara cara baik-baik," ungkapnya saat ditemui di Ecology, Kemang pada Senin  (30/9/2019).

Namun begitu, ia melihat kenyataan adanya tindakan persekusi yang dilakukan pihak kepolisian atas sejumlah warga sipil termasuk wartawan adalah bagian dari sejarah.

Menurut Tompi, selama demonstrasi besar-besaran berlangsung di Indonesia, memang pasti ada saja pendompleng yang berusaha memanfaatkan untuk menunggangi isu tersebut demi kepentingannya sendiri.

"Sebenarnya kita akan kesulitan melihat siapa yang salah. Dalam setiap penyampaian dalam sejarah demo di Indonesia ini, mau demo apapun pasti ada yang memanfaatkan. Memang disinilah saya kira titik yang harus dikontrol dan harus dikendalikan. Tentu paling mudah menyalahkan aparat apalagi mereka yang memegang senjata padahal yang melempar bom molotov, lempar batu banyak yang mendompleng itu," terangnya. 

Begitupun, saat menilai banyaknya mahasiswa terluka dan berkorban nyawa, Tompi mengatakan dalam keadaan chaos memang sulit bagi pihak kepolisian untuk membedakan pendompleng dan mahasiswa dengan niat murni untuk memperjuangkan haknya atas isu tersebut. 

"Kita berduka kita melihat banyak korban sipil bahkan mahasiswa yang sepertinya rombongan yang benar. Cuma itu kan sudah chaos, kan. Ya, itu semua pihak, bukan cuma polisi tapi demonstrannya juga untuk mengontrol supaya tidak terbawa emosi. Jadi, ya saya melihatnya jadi musibah," katanya. 

Menurut Tompi penangkapan dua aktivis yakni Ananda Badudu dan Dandhy Laksono juga terkesan 'maksa', karena secara prosedur aksi yang keduanya dilakukan tidak mencoreng peraturan. 

"Kita nggak ngertilah urgensinya apa. Nah, yang kita tahu kan cuma apa yang kita baca. Saya sebenarnya ingin memberikan masukan kepada pemerintah supaya komunikasi semakin baik. Saya kira masalah kita ada di komunikasi dari pihak pemerintah ke publik menurut saya kurang baik, kurang efisien, sehingga membuat orang berburuk sangka. Saya kira butuh yang lebih taktis dan to the point," tutupnya.  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo, mahasiswa

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top