Kelompok Houthi Klaim Tahan Ribuan Tentara Arab Saudi dalam Serangan Besar

Kelompok gerilyawan Houthi mengaku telah melakukan serangan besar ke perbatasan antara Arab Saudi-Yaman.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 29 September 2019  |  06:18 WIB
Kelompok Houthi Klaim Tahan Ribuan Tentara Arab Saudi dalam Serangan Besar
Petugas memeriksa lokasi serangan udara yang dipimpin Arab Saudi di penjara Houthi di Dhamar, Yaman, pada Minggu (1/9/2019). - Reuters/ Ahmed al/Ansi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kelompok gerilyawan Houthi kembali mengklaim telah menyerang Arab Saudi dan menahan tentara kerajaan di Timur Tengah itu pada Sabtu (28/9/2019).
 
Juru Bicara Houthi Mohammad Abdul-Salam menyatakan bahwa tiga brigade militer musuh telah jatuh dalam serangan yang dilakukan 72 jam sebelumnya dan didukung oleh sejumlah pesawat tanpa awak, misil, serta unit pertahanan udara. Tentara yang ditangkap disebut mencapai ribuan dan ada ratusan kendaraan bersenjata yang juga diambil alih.
 
"Operasi 'Victory from God (Kemenangan dari Tuhan)' adalah serangan militer terbesar sejak agresi berlangsung. Musuh kalah besar... dan kami telah membebaskan banyak wilayah hanya dalam beberapa hari," paparnya seperti dilansir Reuters, Minggu (29/9).
 
Namun, pihak Arab Saudi belum memberikan komentar atas pernyataan tersebut. Serangan disebut dilakukan di dekat perbatasan Yaman-Arab Saudi, tepatnya di Najran. 
 
Jika benar, maka ini merupakan serangan besar kedua yang terjadi setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco, beberapa pekan lalu. Serangan tersebut sukses memengaruhi suplai minyak Arab Saudi ke pasar global.
 
Selain itu, serangan ini juga bisa mengganggu upaya PBB untuk mengurai ketegangan di kawasan tersebut dan membuka negosiasi damai antara kedua pihak. 
 
Pada Jumat (20/9), pihak Houthi menyatakan akan menahan serangan misil dan drone ke Arab Saudi jika koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi menghentikan operasi militernya. Belum ada respons apapun dari koalisi atas pernyataan tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Perang Yaman

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top