Penerbangan Manado-Davao City Dibuka Kembali, Perkuat Hubungan RI-Filipina

Kementerian Luar Negeri menyambut baik penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Manado ke Davao City, Filipina.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 28 September 2019  |  19:35 WIB
Penerbangan Manado-Davao City Dibuka Kembali, Perkuat Hubungan RI-Filipina
Ilustrasi - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri menyambut baik penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Manado ke Davao City, Filipina.


Penerbangan reguler ini beroperasi 2 kali seminggu yakni Senin dan Jumat mulai 27 September 2019.


Dubes RI untuk Filipina Sinyo H. Sarundajang menyampaikan bahwa ide pembukaan penerbangan ini berawal dari pertemuannya dengan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee pada 1 September 2018.


Pertemuan tersebut digelar untuk mendorong kembali pembukaan penerbangan langsung Manado dan Davao guna meningkatkan kerja sama bidang perdagangan, pariwisata dan investasi Antara kedua negara.


“Rute penerbangan tersebut diharapkan dapat menyambungkan aktivitas antara masyarakat Indonesia dan Filipina, mengingat Davao dan Manado adalah kota dengan kegiatan ekonomi yang terus tumbuh untuk menjadi pintu bisnis dan pintu destinasi wisata ke seluruh Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kemenlu, Sabtu (28/9/2019).


Lebih lanjut, Sinyo mengungkapkan pembukaan kembali penerbangan Davao City - Manado juga merupakan salah satu tindak lanjut Air Transport Agreement antara RI - Filipina yang ditandatangani pada 24 Maret 1972.

Serta Memorandum of Understanding on Expansion of Air Linkages between Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, and the Philippines (BIMP) pada 2007, dimana Manado dan Davao City merupakan titik yang ditunjuk. 


Penerbangan Garuda rute Manado – Davao ini juga merupakan solusi alternatif bagi wisatawan Filipina terutama dari Kepulauan Mindanao untuk berkunjung ke Manado dan kota-kota lain di Indonesia.


Sinyo mengatakab keberadaan 8.745 warga keturunan Indonesia di wilayah Mindanao dan sekitar 5.000 warga negara Filipina dan keturunannya yang menetap di Manado dan kota lain di Sulawesi Utara, sangat berpotensi memanfaatkan rute penerbangan ini. 


Penguatan konektivas ini, imbuhnya, merupakan salah satu capaian penting yang menandai 70 tahun hubungan bilateral Indonesia – Filipina yang tentunya akan semakin memperkuat kerja sama bilateral dalam berbagai sektor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
filipina, rute penerbangan, manado-davao

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top