Menlu Retno Cerita Pemberdayaan Perempuan Indonesia di Markas PBB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membagikan kisah keberhasilan mengenai pemberdayaan perempuan Indonesia di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 September 2019  |  21:23 WIB
Menlu Retno Cerita Pemberdayaan Perempuan Indonesia di Markas PBB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. - Twitter @Menlu_RI

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membagikan kisah keberhasilan mengenai pemberdayaan perempuan Indonesia di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Di Indonesia pemberdayaan perempuan telah berhasil mengubah pola pikir mengenai perempuan, dari perempuan sebagai korban yang lemah menjadi perempuan yang kuat dan berani,” ujar Retno saat menjadi panelis dalam diskusi panel Tingkat Menteri di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri, Jumat (27/9/2019), Retno menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia mendorong pemberdayaan perempuan merupakan kolaborasi program yang baik antara pemerintah dan masyarakat sipil. Program-program kolaboratif tersebut tercermin dalam dua program besar.

Pertama, perempuan sebagai agen perdamaian dan toleransi. Perempuan ditempatkan sebagai motor perdamaian dalam komunitas.

“Program Peace Village Initiative adalah contoh nyata kolaborasi masyarakat madani dengan pemerintah dalam rangka mempromosikan peranan perempuan di dalam keluarga, komunitas, dan pemerintah lokal,” kata Retno.

Peace Village Initiative adalah program yang digagas Wahid Institute untuk menangkal bahaya radikalisme melalui pemberdayaan komunitas.

Kedua, perempuan sebagai agen kesejahteraan. Saat ini, akses keuangan kepada perempuan merupakan salah satu isu utama membangun kesejahteraan. Retno menjelaskan bahwa untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah menyiapkan program untuk membuka akses keuangan.

“Program UMI dan MEKAAR telah memberikan akses keuangan untuk keperluan entrepreneurship kepada 10 juta perempuan di Indonesia," kata Retno.

Tidak hanya berhenti pada tingkat lokal, Indonesia juga mendorong pemberdayaan perempuan di Palestina dan Afghanistan. Di Palestina, Indonesia telah memberikan bantuan bagi perempuan di camp pengungsi di Yordania melalui program literasi bisnis dan kewirausahaan.

Sedangkan di Afghanistan, pada tahun ini, Indonesia telah memberikan program pembangunan kapasitas untuk 100 orang Afghanistan, 12 di antaranya perempuan. Tahun ini, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Perempuan untuk Perdamaian di Afghanistan.

Adapun diskusi panel ini merupakan kegiatan inisiatif “Cerita Baik HAM” yang merupakan upaya khusus mendorong penghormatan dan perlindungan HAM di seluruh dunia.

Cerita Baik HAM merupakan inisiatif Indonesia bersama dengan 12 negara lain dan Uni Eropa. Negara-negara anggota inisiatif ini adalah Uni Eropa, Argentina, Burkina Faso, Cape Verde, Chili, Georgia, Indonesia, Selandia Baru, Norwegia, Peru, Korea Selatan, Gambia, Tunisia, dan Uruguay.

Tujuan inisatif ini adalah untuk menampilkan contoh baik dari penghormatan dan implementasi HAM.

Diskusi dihadiri Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet dan sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari berbagai kawasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan, retno l.p. marsudi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top