Sahabat Kenang HS Dillon Sosok Bersuara Lantang

Wafatnya pegiat HAM Harbrinderjit Singh Dillon atau HS Dillon meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 17 September 2019  |  13:28 WIB
Sahabat Kenang HS Dillon Sosok Bersuara Lantang
Prosesi upacara militer untuk mengantar jenazah almarhum Harbrinderjit Singh Dillon atau HS Dillon ke krematorium di Mumbul, Badung Bali Selasa, (17/9/2019). JIBI/Bisnis - Sultan Anshori

Bisnis.com, DENPASAR - Wafatnya pegiat hak asasi manusia (HAM) Harbrinderjit Singh Dillon atau HS Dillon meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. 

Anand Krishna seorang humanis spiritual yang juga sahabat HS Dillon mengatakan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik di mata para sahabatnya.

HS Dillon juga dikenal sebagai orang yang memegang teguh pendirian, jika apa yang menurut dia benar maka akan terus diperjuangkan.

Misalnya, saat almarhum Gus Dur sedang diguncang masalah, HS Dillon senantiasa berdiri dan mendukung Gus Dur untuk tetap kuat. Bahkan, almarhum tetap tegar saat batal dilantik menteri oleh Gus Dur karena persoalan politik. Namun, dirinya menerima dan percaya bahwa kalau politik di Indonesia sangat dinamis.

"Dia (HS Dillon) ini selalu lantang bersuara dan  berpijak di atas kebenaran yang diyakini. Terkadang karena terlalu vokalnya, banyak yang tidak senang dengan beliau. Tapi di situlah kelebihan seorang Dillon dan itu yang membedakan dia dengan orang lain," ujarnya saat ditemui di ketika menghadiri persiapan pemakaman HS Dillon di rumah duka Rumah Sakit RSAD Denpasar Bali, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, almarhum adalah ikon dalam  hal persahabatan antara India dan Indonesia,  meningkatkan hubungan antar kedua negara. 

Terkait penyakit yang almarhum derita, sebenarnya sudah mengetahui sejak lama terkait penyakit yang diderita almarhum, kala itu saat dirinya berkunjung ke rumah almarhum dan bercerita bahwa dia divonis oleh dokter mengalami gagal jantung. 

Meski begitu, HS Dillon tetap tidak larut dalam kesedihan, dan berusaha tetap semangat untuk menjalani kesehariannya. Hal ini dibuktikan dengan menciptakan beberapa karya. 

Dia terakhir bertemu dengan HS Dillon pada enam bulan, saat mengisi acara dalam sebuah kegiatan forum diskusi di Perpustakaan Nasional di Jakarta sebagai pembicara.

Anand sangat menyesal karena dirinya tidak sempat menjenguk sahabat baiknya ini saat ada dirumah sakit beberapa minggu ini di Bali.

"Biasanya kalau orang lain sudah sudah divonis penyakit berat secara psikologis akan tertekan dan tidak semangat lagi. Nah kalau almarhum ini berbeda. Saya kemanapun pergi harus ditemani oleh asisten sementara dia tidak. Semangat itulah yang bisa menjadi motivasi bagi kita," jelasnya.

HS Dillon meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit Siloam Bali pada Senin (16/9/2019) petang. HS Dillon meninggal pada usia 74 tahun dan meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Sejak kemarin, jenazah HS Dillon disemayamkan di rumah duka RSAD Denpasar dan sore ini akan dilakukan prosesi upacara militer untuk diantar ketempat krematorium di Mumbul, Badung Bali sebelum akhirnya abunya diterbangkan ke Jakarta.

HS Dillon pernah menduduki jabatan penting di antaranya staf menteri pertanian di era Orde Baru. Kemudian, anggota Komnas HAM, dan pernah tergabung dalam Tim Gabungan Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi (TGTPPK) pada 2000-2001.

Pada masa pemerintahan SBY, HS Dillon menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan.  Atas sederet jasa yang dilakukan, almarhum pernah menerima penghargaan dari negara berupa bintang mahaputra utama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, gus dur

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top