Korea Selatan akan Hapus Jepang dari Daftar Mitra Dagang Tepercaya

Mengutip Kementerian Perdagangan Korea Selatan Yonhap mengabarkan bahwa jika kebijakan ini diterapkan, Jepang akan kehilangan status spesial, yang juga dimiliki AS, dan harus tunduk pada kondisi ekspor yang lebih ketat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 September 2019  |  20:16 WIB
Korea Selatan akan Hapus Jepang dari Daftar Mitra Dagang Tepercaya
Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Moon Jae/in di Korea

Bisnis.com, JAKARTA -- Media Korea Selatan, Yonhap, melaporkan Korea Selatan mungkin akan mengumumkan keputusannya untuk secara resmi menghapus Jepang dari daftar putih (whitelist) tujuan ekspor tepercaya pada awal pekan ini.

Mengutip Kementerian Perdagangan Korea Selatan Yonhap mengabarkan bahwa jika kebijakan ini diterapkan, Jepang akan kehilangan status spesial, yang juga dimiliki AS, dan harus tunduk pada kondisi ekspor yang lebih ketat.

"Jepang akan masuk ke dalam kategori baru termasuk negara-negara yang saat ini masih menjadi bagian dari rezim kontrol ekspor, tetapi telah beroperasi melawan aturan-aturan dasar atau terus-menerus mengadopsi kebijakan yang tidak memadai," mengutip pernyataan Kementerian Perdagangan Korea Selatan , seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (15/9/2019).

Langkah ini dilakukan setelah Jepang menghapus Korea Selatan dari daftar mitra dagang pilihannya bulan lalu.

Hubungan antara Seoul dan Tokyo merosot ke titik terendahnya dalam beberapa dasawarsa setelah serangkaian perselisihan, sebagian besar berakar pada dendam yang belum terselesaikan atas penjajahan Jepang di Semenanjung Korea tahun 1910-1945.

Pemerintah Korea Selatan pada Rabu (11/9/2019), mengatakan bahwa pihaknya mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap pembatasan ekspor Jepang.

Pihak Korea Selatan telah memberi tahu Jepang tentang amendemen tersebut dan menjelaskan latar belakang revisi melalui berbagai langkah.

"Kami juga terbuka untuk melakukan pembicaraan kapan saja dan di mana saja jika Jepang mau," kata pemerintah Korea Selatan.

Dalam pertikaian antara kedua negara yang meningkat dan telah berakar sejak lama, Seoul menuding langkah proteksionisme Tokyo memiliki latar belakang kepentingan politik dan diskriminatif.

Pada Juli, Jepang memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada ekspor tiga bahan produksi utama ke Korea Selatan yang digunakan dalam chip smartphone dan layar display pascasengketa diplomatik mengenai kompensasi untuk pekerja paksa selama pendudukan Jepang atas Korea selama Perang Dunia Kedua.

Ditambah lagi, Jepang sekarang mengharuskan eksportir untuk meminta izin setiap kali mereka ingin mengirimkan bahan-bahan tersebut, yang memakan waktu hingga 90 hari.

"Sebelumnya, hanya butuh beberapa minggu untuk mengirim bahan baku," kata Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung-Hee pekan lalu.

Yoo menyampaikan perusahaan Korea Selatan saat ini dihadapkan dengan masalah serius sebagai akibat dari pembatasan ekspor, yang juga menimbulkan ketidakpastian ke dalam rantai pasokan global dan ekonomi.

Bahan baku utama yang terdampak oleh kontrol ekspor Jepang antara lain polimida berfluorinasi, photoresis, dan hidrogen fluorida, yang digunakan oleh perusahaan teknologi Korea Selatan seperti Samsung Electronics.

Menurut Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, defisit perdagangan Korea Selatan dengan Jepang mencapai US$24 miliar pada 2018, terbesar jika dibandingkan dengan lebih dari 250 mitra dagang negeri ginseng tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top