B.J. Habibie di Mata Luhut Pandjaitan : Konsistensinya Menunjukkan Kemurnian Hati

Luhut menilai almarhum Habibie merupakan sosok pemimpin yang baik hati dan tokoh demokrasi sejati. Luhut pun mengungkapkan kekagumannya terkait sikap Habibie saat menjabat sebagai Presiden RI ketika Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1999.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 September 2019  |  16:53 WIB
B.J. Habibie di Mata Luhut Pandjaitan : Konsistensinya Menunjukkan Kemurnian Hati
Luhut Binsar Pandjaitan : Kagumi konsistensi Habibie - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Perekonomian Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie.

Luhut menilai almarhum Habibie merupakan sosok pemimpin yang baik hati dan tokoh demokrasi sejati. Luhut pun mengungkapkan kekagumannya terkait sikap Habibie saat menjabat sebagai Presiden RI ketika Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1999.

"Saya ingat ketika sidang MPR [1999]. Saat itu, pidato pertanggung jawaban tidak diterima, dia konsisten tak mau maju [jadi Presiden]. Dia kan Presiden, kalau mau bermain politik masih bisa, tetapi dia gak mau," kata Luhut saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (12/9/2019).

Berdasar catatan di wikipedia, Sidang Istimewa MPR 1999 dilakukan dengan agenda pidato pertanggungjawaban Habibie sebagai presiden pada tanggal 14 Oktober 1999. Pertanggungjawaban tersebut dinyatakan ditolak pada 20 Oktober 1999, namun tidak menyebabkan kejatuhan Habibie.

Meski begitu Habibie menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden berikutnya. Akhirnya fraksi Partai Golkar mengalihkan dukungannya kepada Abdurrahman Wahid, yang kemudian menjadi Presiden Ke-4 Indonesia.

Luhut menuturkan sikap Habibie yang konsisten tak ingin menjadi Presiden pada saat Pemilu perdana pascajatuhnya Orde Baru menunjukkan kemurnian hati.

Sosok Habibie menjadi contoh bagi kaum muda bahwa seorang profesor jenius bisa menjadi seorang presiden. Setelah lengser dari jabatannya, Luhut menilai Habibie juga tidak pernah berbuat macam-macam.

"Setelah tidak menjadi Presiden, [Habibie] tidak banyak memberi komentar. Justru memberi masukkan kepada Presiden Joko Widodo. Beliau seorang negarawan," imbuh Luhut.

Sejumlah Menteri Kabinet Kerja terlihat menghadiri upacara pemakaman B.J. Habibie di TMP Kalibata. Selain Luhut, menteri lain yang hadir antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Sosial Agus Gumiwang K.

Prosesi pemakaman kenegaraan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019) pukul 14.00 WIB. Habibie wafat di usia 83 tahun dan meninggalkan dua orang putra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bj habibie, Luhut Pandjaitan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top