Prospek Perundingan Nuklir Kembali Terbuka, Korut Malah Luncurkan Misil

Korea Utara menembakkan sedikitnya dua proyektil tak dikenal ke laut beberapa jam setelah menyatakan kesediaan untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 September 2019  |  06:56 WIB
Prospek Perundingan Nuklir Kembali Terbuka, Korut Malah Luncurkan Misil
Rudal Korut - REUTERS/KCNA

Kabar24.com, JAKARTA – Korea Utara menembakkan sedikitnya dua proyektil tak dikenal ke laut beberapa jam setelah menyatakan kesediaan untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan AS.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan proyektil tersebut diluncurkan pada Selasa pagi (10/9/2019).

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah diplomat tingkat atas Korea Utara Choe Son Hui mengeluarkan pernyataan yang mengatakan negara akan bersedia mengadakan pembicaraan pada waktu dan tempat yang disepakati akhir September.

Pernyataan Korea Utara yang diterbitkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) tersebut menyusul komentar terbaru dari pejabat AS yang menyatakan keinginan untuk negosiasi dan tidak menyebutkan konsesi baru.

Pernyataan itu mewakili beberapa pernyataan paling positif mengenai pembicaraan sejak pertemuan Presiden Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-un 30 Juni lalu.

Kedua pemimpin sepakat pada pertemuan bersejarah di Zona Demiliterisasi untuk memulai kembali pembicaraan tingkat kerja dalam dua hingga tiga minggu setelahnya. Dalam beberapa bulan sejak itu, Korea Utara telah meningkatkan peluncuran rudal balistik jarak pendek dan berulang kali mengisyaratkan kesediaan untuk mengakhiri perundingan.

Trump memberikan nada hati-hati dalam menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Korea Utara dan mengatakan AS terus menentang pengujian senjata nuklir.

"Kami akan melihat apa yang terjadi, tetapi saya selalu mengatakan bahwa mengadakan pertemuan adalah hal yang baik, bukan hal yang buruk," kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top