Bom Api Serang Rumah Taipan Media Hong Kong

Rumah taipan media dan advokat demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, diserang bom api pada Kamis (5/9/2019) dini hari waktu setempat. Tidak ada korban tewas ataupun luka dalam insiden itu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 September 2019  |  09:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Rumah taipan media dan advokat demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, diserang bom api pada Kamis (5/9/2019) dini hari waktu setempat. Tidak ada korban tewas ataupun luka dalam insiden itu.

Dilaporkan oleh berita TV Kabel Hong Kong, yang mengutip informasi dari warga sekitar, dua pria bertopeng melemparkan bom api (bahan peledak yang memicu api) ke pintu gerbang rumah Lai sekitar pukul 1 dini hari waktu setempat.

Setelah melemparkan bom, kedua pria itu kemudian menghilang. Penjaga keamanan sang taipan segera memadamkan api dan memanggil polisi, seperti dilansir oleh Bloomberg.

Pihak kepolisian kemudian mengeluarkan pernyataan tentang insiden bom api tersebut tetapi tidak menyebutkan kediaman siapa yang diserang.

Polisi mengatakan telah menerima laporan dari seorang penjaga keamanan di lokasi kejadian, yang menuturkan bahwa para tersangka telah melemparkan apa yang diyakini sebagai bom bensin sebelum melarikan diri dengan sepeda motor.

Lai, yang publikasi-publikasinya seperti surat kabar Apple Daily telah memperjuangkan gerakan demokrasi Hong Kong selama tiga bulan terakhir, dicap sebagai pengkhianat oleh media pemerintah China.

Sejak ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan pada bulan Juni, Apple Daily telah menugaskan orang-orang dengan kamera ke garis depan bentrokan dengan polisi dan menyiarkan langsung secara online atas pertempuran gas air mata, penjagaan malam, dan pawai damai.

Sementara itu, setelah melalui aksi unjuk rasa besar-besaran selama tiga bulan, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam membuat konsesi paling signifikan yang pernah dilakukannnya pada Rabu (4/9/2019) malam.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Lam mengatakan memenuhi permintaan dari para pemrotes untuk secara resmi membatalkan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi.

RUU, yang memungkinkan pelaku kejahatan diekstradisi dari kota tersebut ke China daratan, selama ini menyulut pertentangan dari warga pro-demokrasi yang akhirnya memicu kerusuhan terburuk sejak Hong Kong kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong, bom, bursa hong kong

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top