Trump Ancam Akan Bersikap Lebih Keras atas China dalam Perundingan Dagang

Presiden Donald Trump  memperingatkan akan bersikap "lebih keras" terhadap Beijing jika perundngan dagang tahap kedua berlarut-larut sehingga menambah kekhawatiran pasar bahwa perseteruan kedua negara akan memicu resesi Amerika Serikat. 
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 September 2019  |  07:03 WIB
Trump Ancam Akan Bersikap Lebih Keras atas China dalam Perundingan Dagang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Presiden Donald Trump  memperingatkan akan bersikap "lebih keras" terhadap Beijing jika perundingan dagang tahap kedua berlarut-larut sehingga menambah kekhawatiran pasar bahwa perseteruan kedua negara akan memicu resesi Amerika Serikat. 

Kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu saling memberlakukan tarif baru satu sama lain mulai Minggu. Perang tarif tersebut telah meresahkan pasar keuangan dan memunculkan resesi global. 

Perunding AS dan China akan bertemu langsung di Washington bulan ini, tetapi belum ada tanggal yang ditentukan.

Harga saham AS jatuh kemarin karena data menunjukkan aktivitas pabrik berkontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016 pada bulan Agustus. Sedangkan obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak Juli 2016.

Trump mengabaikan data ekonomi AS yang negatif akhir-akhir ini dan mengatakan dalam sebuah posting di Twitter bahwa Amerika Serikat sangat aman dalam negosiasi dengan China dan menganggap pihak China yang akan merugi.

Dia memperingatkan bahwa Beijing akan menghadapi persyaratan yang lebih keras jika kedua belah pihak tidak menyelesaikan sengketa perdagangan mereka. Dia juga mengancam jika memenangkan pemilu pada November 2020 maka kesepakatan akan semakin sulit, sedangkan rantai pasokan China akan hancur selain banyaknya kehilangan uang dan lapangan kerja.
Akan tetapi Trump tidak memberikan perincian tentang negosiasi atau bagaimana AS bisa menjadi lebih keras.

Thomas Donohue, kepala eksekutif Kamar Dagang AS mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan dan para pekerja AS menanggung beban tarif AS yang terberat. Akan tetapi ekonomi China juga terluka seperti dikutip Reuters, Rabu (4/9).

Dia mendesak Trump untuk menunda tarif baru yang mulai berlaku untuk memberi waktu bagi kedua belah pihak mencapai kesepakatan.

Trump, seorang Republikan, sering kali secara terbuka mengulangi keyakinannya bahwa Beijing sedang berusaha memperlambat negosiasi perdagangan. Tujuannya agar kemenangan oleh calon presiden dari Partai Demokrat pada tahun 2020 dapat mengarah pada persyaratan yang lebih baik dalam suatu perjanjian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top