Korban Tewas Penembakan di Texas Bertambah Jadi Tujuh Orang

Jumah korban tersebut meningkat dari laporan sebelumnya empat orang menjadi tujuh orang setelah tiga korban luka-luka lainnya dilaporkan meningal dunia. Sebanyak 22 orang dilaporkan mengalami luka-luka di lokasi kejadian daerah Odessa-Midland.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 September 2019  |  08:32 WIB
Korban Tewas Penembakan di Texas Bertambah Jadi Tujuh Orang
Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Pihak berwenang AS menyatakan belum bisa menjelaskan mengapa seorang pria dengan senjata gaya AR melepaskan tembakan di Texas sehingga menewaskan tujuh orang sebelum tersangka ditembak mati di luar sebuah bioskop oleh petugas keamanan kemarin.

Jumah korban tersebut meningkat dari laporan sebelumnya empat orang menjadi tujuh orang setelah tiga korban luka-luka lainnya dilaporkan meningal dunia. Sebanyak 22 orang dilaporkan mengalami luka-luka di lokasi kejadian daerah Odessa-Midland.

Aksi itu merupakan penembakan massal kedua yang mengguncang negara bagian AS dalam waktu kurang dari sebulan.

Mereka yang tewas berusia antara 15 hingga 57 tahun, kata Kepala Polisi Odessa Michael Gerke seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (2/9/2019). “Hati saya sakit untuk mereka semua,” katanya pada konferensi pers.

Di antara yang terluka adalah seorang bayi perempuan berusia 17 bulan, yang ditembak di wajahnya, menurut pejabat itu.

Menurut pihak berwenang, pria kulit putih berusia 30 tahun itu terpaksa ditembak karena berupaya melawan petugas kepolisian. Sebelum kendaraannya berhenti total, dia mengarahkan senapan ke jendela belakang mobilnya dan melepaskan beberapa tembakan ke mobil patroli yang menghentikannya.

Tembakannya mengenai salah satu dari dua petugas di dalam mobil patroli sebelum pria bersenjata itu melarikan diri dan terus menembak.

Dia kemudian membajak sebuah truk pengangkut surat dan menembak secara acak ketika dia mengemudi di daerah Odessa dan Midland, dua kota di jantung negara bagian kaya minyak Texas dan lebih dari 483 km arah barat Dallas.

Gerke tidak memberikan perincian tentang pengejaran itu, tetapi tempat tersangka itu terbunuh lebih dari 16 kilo meter dari tempat pasukan negara bagian pada awalnya menghentikan si penembak.

“Tidak ada jawaban pasti untuk motif atau alasan pada saat ini, tetapi kami cukup yakin bahwa subjek itu bertindak sendiri,” kata Gerke.

Di antara 22 korban luka terdapat tiga petugas polisi dan satu dari mereka dalam kondisi serius.

Presiden Donald Trump menyebut penyerang di Odessa ‘orang yang sangat sakit’. Dia mengatakan pemeriksaan latar belakang pembeli senjata tidak akan mencegah insiden kekerasan menggunakan senjata api.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penembakan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top