Utang Piutang Diduga Dorong Istri Rancang Pembunuhan Suami dan Anak Tiri

Penyelidikan atas kasus tewasnya seorang ayah dan anak di sebuah mobil yang terbakar di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, menguak dugaan skenario pembunuhan. 
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  16:55 WIB
Utang Piutang Diduga Dorong Istri Rancang Pembunuhan Suami dan Anak Tiri
Rumah korban diberi garis polisi - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelidikan atas kasus tewasnya seorang ayah dan anak di sebuah mobil yang terbakar di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, menguak dugaan skenario pembunuhan

AK, seorang ibu rumah tangga, diduga tega merancang skenario pembuhunan terhadap suaminya sendiri ECP, 54, dan anak suaminya yang bernama MAP, 23. Pembunuhan itu berlangsung beberapa waktu lalu di Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan.

Skenario pembunuhan itu baru terungkap setelah ada insiden mobil terbakar di pinggir jalan dekat Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Dari lokasi kejadian diketahui ada seorang pemuda yang terbakar pada bagian wajah. GKOR, inisial nama pemuda itu, mengalami luka bakar lebih dari 35 persen.

Tidak lama setelah mobil terbakar itu dipadamkan warga dan Polres Sukabumi, ditemukan dua sosok manusia dalam keadaan hangus terbakar di dalam mobil tersebut. Tangan dan kaki dua korban yang terbakar itu terikat di kursi bagian tengah mobil. Polisi mengidentifikasi keduanya bernama ECP dan MAP.

Kedua jenazah itu selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk diotopsi seiring munculnya dugaan bahwa kedua korban ini dibunuh terlebih dulu sebelum akhirnya dibakar di dalam mobil.

"Jenazah sudah dibawa untuk diperiksa identitas setelah dibakar itu," tutur Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dikonfirmasi melalui telepon.

Sementara GKOR yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembakar dua jenazah di dalam mobil tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Ia terkena jilatan api ketika membakar mobil tersebut di pinggir jalan.

Setelah diselidiki, penyidik dari Mapolres Sukabumi sampai pada ibu rumah tangga bernama AK, 25. AK yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembunuhan suami dan anak tirinya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Disebutkan bahwa AK menyusun rencana pembunuhan. Agar tidak terdeteksi bahwa dia pelakunya, AK menyewa jasa pembunuh bayaran. Namun naas, rencana yang tersusun rapi itu gagal lantaran anak kandung AK yakni GKOR ikut terbakar di lokasi.

Tak hanya itu, dua dari empat orang pembunuh bayaran yang diorder AK juga berhasil ditangkap aparat keamanan hanya dalam tempo waktu 1x24 jam setelah insiden kebakaran mobil. Dua pembunuh bayaran lain diduga melarikan diri ke wilayah Lampung usai melakukan pembunuhan.

Nasriadi mengungkapkan tersangka AK membunuh suami dan anak tirinya karena terlibat masalah utang-piutang dan urusan rumah tangga yang semakin rumit.

Ide untuk membunuh suami dan anak tirinya dilandasi niat AK menguasai rumah turun-temurun keluarga suami yang berlokasi di Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan. Dengan begitu, AK berharap bisa membayar utang sebesar Rp500 juta kepada orang lain.

Berdasarkan penelusuran Bisnis di lokasi, rumah turun-temurun milik keluarga ECP memang cukup luas. Lebar rumah sekitar 15 meter. Sementara, di bagian kiri rumah juga terdapat lahan yang disewakan untuk lokasi jasa cuci dan poles mobil. Namun, karena sudah dipasangi garis polisi, Bisnis tak bisa mengukur panjang rumah tersebut.

Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs penjualan rumah online, harga pasaran tanah di wilayah itu  mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta. 

Ketua RT 03 Mariati menjelaskan semasa hidup korban ECP adalah sosok yang baik dan taat beribadah. Sementara AK tidak pernah ke luar rumah dan bersosialisasi dengan tetangga.

Mariati mengatakan keluarga itu selalu sibuk dan jarang menyempatkan diri bersosialisasi. Mereka muncul biasanya jika ada momentum besar seperti Hari Raya Idul Adha dan pencoblosan Presiden dan Wakil Presiden. 

"Mereka kan cukup sibuk ya, kadang muncul itu kayak kemarin waktu Shalat Idul Adha dan waktu pencoblosan, itu muncul. Selebihnya jarang terlihat," kata Mariati.

Mariati mengaku kaget mendapatkan info mengenai pembunuhan ECP dan anak kandung pria paruh baya tersebut. 

Saat menikah dengan AK, korban ECP berstatus duda. Begitu pula dengan tersangka AK yang berstatus janda. Keduanya membawa masing-masing satu anak kandung saat melakukan pernikahan. Setelah menikah, keduanya dikaruniai seorang anak. Kini anak yang sudah berusia 4 tahun itu belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan catatan Kartu Keluarga, ada 6 orang yang terdaftar di keluarga tersebut. Selain anak ECP dan anak AK serta anak hasil pernikahan ECP dan AK, terdapat nama AR. Menurut Mariati, AR adalah salah satu keponakan yang dititipkan ke pasangan ECP dan AK.

Sejauh ini, penyidikan masih terus berlangsung. Pihak Kepolisian melakukan uji forensik untuk memastikan bahwa korban yang tewas terbakar adalah ECP dan MAP. Dikabarkan bahwa polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan jati diri korban.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top