Siapkan Brexit, Inggris Bantah Isi Dokumen Operasi Yellowhammer

Berdasarkan sebuah dokumen resmi yang tersebar ke media melalui Sunday Times pada akhir pekan lalu, Inggris dikatakan akan menghadapi kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan jika meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan transisi (no-deal Brexit).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  12:05 WIB
Siapkan Brexit, Inggris Bantah Isi Dokumen Operasi Yellowhammer
Ilustrasi brexit - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan sebuah dokumen resmi yang tersebar ke media melalui Sunday Times pada akhir pekan lalu, Inggris dikatakan akan menghadapi kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan jika meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan transisi (no-deal Brexit).

Laporan ini secara langsung dibantah oleh pemerintahan Boris Johnson.

Juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson menegaskan bahwa dokumen yang bocor tentang "Operasi Yellowhammer", berisikan strategi pemerintah untuk menghadapi skenario terburuk dari no-deal Brexit, sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan pandangan pemerintah saat ini.

"Kami telah meningkatkan perencanaan secara signifikan. Anda dapat melihat bahwa sejumlah pekerjaan sedang berlangsung. Masih ada pekerjaan lain yang harus dilakukan di berbagai bidang," kata Alison Donnelly kepada wartawan, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (20/8/2019).

Laporan Times tersebut menggambarkan bahwa dokumen yang disusun oleh Kantor Kabinet Inggris tersebut menuturkan dampak no-deal Brexit mulai dari kemacetan di pelabuhan, protes publik, dan gangguan yang meluas.

Dengan kata lain, pemerintah Inggris sempat mempertimbangkan opsi no-deal Brexit.

Namun, menteri penanggungjawab masalah no-deal Brexit, Michael Gove, membantah interpertasi Times dan mengatakan bahwa laporan tersebut hanya gambaran skenario terburuk dari no-deal Brexit, pemerintah sudah meningkatkan perencanaan selama 3 pekan terakhir untuk menghindari hal tersebut.

Times melaporkan hingga 85% truk yang menggunakan jalur penyeberangan utama mungkin tidak siap untuk menghadapi kebijakan cukai Prancis, yang berarti akan menimbulkan gangguan di pelabuhan yang dapat bertahan hingga 3 bulan sebelum arus penyebrangan membaik.

Menurut Times, laporan tersebut juga menyampaikan bahwa pemerintah percaya batas keras (hard border) antara Irlandia Utara dengan Republik Irlandia, yang merupakan anggota Uni Eropa, kemungkinan akan menjadi strategi pemerintah untuk menghindari pemeriksaan di perbatasan.

"Disusun bulan ini oleh Kantor Kabinet dengan nama sandi Operasi Yellowhammer, berkas itu memberikan pandangan ke dalam perencanaan rahasia yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah bencana pada infrastruktur negara," tulis Times.

Gove mencoba meluruskan isi dokumen tersebut dengan mengatakan bahwa dampak merusak dari no-deal Brexit sudah diketahui oleh semua orang, untuk itu pemerintah mengupayakan Brexit yang teratur dengan kesepakatan.

"Pemerintah Inggris jauh lebih siap sekarang daripada pada masa lalu, dan juga penting bagi orang-orang untuk menyadari bahwa apa yang dijelaskan dalam dokumen-dokumen ini ... adalah gambaran skenario terburuk," Gove menambahkan.

Sebuah sumber pemerintah menyalahkan kebocoran pada mantan menteri yang tidak disebutkan namanya yang ingin mempengaruhi negosiasi dengan UE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top