Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tragis, Pelayan Restoran Ditembak Mati Gara-Gara Terlambat Antarkan Roti

Seorang pelayan restoran di Paris ditembak hingga tewas oleh pengunjung yang marah karena roti lapis yang dipesannya tidak cepat diantarkan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Agustus 2019  |  19:55 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA--Seorang pelayan restoran di Paris ditembak hingga tewas oleh pengunjung yang marah karena roti lapis yang dipesannya tidak cepat diantarkan.

Kepolisian Prancis mengatakan penyelidikan atas pembunuhan itu telah digelar. Peristiwa tragis itu sendiri terjadi pada Jumat (16/8/2019) di daerah Noisy-le-Grand.

Tersangka penembak kabur sesaat setelah kejadian dan masih buron.

Awak ambulans dilaporkan berupaya menyelamatkan pelayan berusia 28 tahun itu, namun nyawanya tak tertolong.

Ditembak di bagian bahu, korban tewas di tempat kejadian, demikian dikutip BBC.com, Minggu (18/8/2019).

Para karyawan restoran pizza dan roti lapis tersebut menjelaskan kepada polisi bahwa si pengunjung kehilangan kesabaran terkait durasi waktu yang diperlukan untuk menyiapkan hidangan.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan para penjaga toko di sekitar lokasi kejadian.

"Menyedihkan," kata seorang perempuan berusia 29 tahun kepada media Prancis. Dia mengatakan restoran itu biasanya aman dan damai tanpa ada masalah dan baru buka beberapa bulan lalu.

Akan tetapi, menurut warga, ada peningkatan kejahatan di kawasan itu berupa transaksi narkoba dan mabuk di jalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penembakan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top