Presiden Jokowi Sebut Reformasi Perundang-Undangan Harus Didorong

Reformasi perundang-undangan dinilai penting di tengah upaya negara menghadapi tantangan di era yang terus berubah.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  09:48 WIB
Presiden Jokowi Sebut Reformasi Perundang-Undangan Harus Didorong
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan (ketiga kiri) setibanya di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyatakan reformasi perundang-undangan perlu terus dilakukan. Hal tersebut dinilai penting saat negara menghadapi tantangan berbeda di era yang serba cepat.

Dalam pidato di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), dia menjelaskan reformasi perundang-undangan merupakan sesuatu yang harus didorong. Menurutnya, dukungan dari DPR menjadi salah satu kunci pelaksanaan reformasi tersebut.

"Dukungan DPR pada upaya pemerintah untuk mereformasi perundang-undangan tetap diharapkan," ujar Kepala Negara.

Dia menjabarkan reformasi yang perlu didorong di antaranya adalah perbaikan regulasi yang bertabrakan satu dengan yang lainnya. Regulasi yang ada pun tentu harus berpihak kepada rakyat.

"Undang-Undang (UU) yang menyulitkan rakyat harus kita bongkar. UU yang menghambat lompatan kemajuan harus kita ubah," tegas Jokowi.

Selain melakukan reformasi perundang-undangan, dia pun menyerukan upaya DPR untuk meningkatkan kualitas perundang-undangan harus terus didukung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, mpr

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top