Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menlu Panggil Dubes Pakistan dan India Bahas Konflik Kashmir

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah memanggil perwakilan Pakistan dan India di Indonesia untuk membahas konflik wilayah Kashmir.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  13:59 WIB
Press briefing mingguan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (15/8/2019) - Denis Riantiza M
Press briefing mingguan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (15/8/2019) - Denis Riantiza M

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah memanggil perwakilan Pakistan dan India di Indonesia untuk membahas konflik wilayah Kashmir.

Plt Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah mengatakan, Menlu Retno telah bertemu dengan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan dan Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Prakash Gupta pada Rabu (14/8/2019).

"Dalam pertemuan tersebut pada intinya, Indonesia ingin mendengarkan lagi perspektif dari masing-masing negara. Berangkat dari informasi tersebut telah disampaikan kembali pesan-pesan yang menjadi posisi Indonesia," ujar Faizasyah di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menyikapi permasalahan wilayah Kashmir, Indonesia mendorong agar Pakistan dan India untuk membuka dialog dan komunikasi antara kedua belah pihak. Menurut Indonesia, dialog merupakan kunci untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara karena kurangnya komunikasi bisa menimbulkan berbagai macam intepretasi dan eskalasi konflik.

"Kedua negara penting bagi Indonesia dan dua-duanya negara sahabat Indonesia. Kedua negara tersebut sangat bisa berkontribusi terhadap perdamaian tidak hanya di kawasan tapi juga secara global," kata Faizasyah.

"Dari konteks itu, kami garis bawahi apabila ada konflik terbuka tidak ada satu negara pun yang diuntungkan. Tidak hanya merugikan satu negara tapi juga kawasan yang lebih luas. Oleh karena itu, kita dorong dialog," lanjutnya.

Faizasyah menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo juga telah menerima telepon dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terkait permasalahan Kashmir.

Pemerintah Pakistan juga berupaya melobi Indonesia, Polandia, dan China untuk menekan India di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas keputusannya yang mencabut status daerah istimewa Kashmir.

Pakistan, yang juga mengklaim Kashmir dan telah berperang dengan India di wilayah itu, menanggapi dengan marah keputusan India pekan lalu untuk mencabut status khusus Kashmir untuk dikuasainya.

Pakistan membandingkan pemerintah India dengan Nazi Jerman dan menuding mereka melakukan pembersihan etnis. Namun, Pemerintah India menegaskan telah bertindak sesuai dengan konstitusi dan telah pula mengikuti semua prosedur resmi ketika mencabut status daerah istimewa Negara Bagian Jammu dan Kashmir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kashmir retno l.p. marsudi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top